Showing posts with label John Dawson. Show all posts
Showing posts with label John Dawson. Show all posts

Wednesday, July 24, 2013

科技正在变得更智能,为什么城市不能呢?

智能手机。运动感应灯。能记录我们的搜索历史并在我们完整输入问题之前就自动将问题补充完整的搜索引擎。是的——在我们生活的时代,大多数人都需要用智能科技来弥补自身的不足。我们已经意识到所走道路的偏差。我们的人性。那么,我们为什么不能运用同样的思维去看待被过度污染的城市呢?



“可采纳性比我们预想的要低一点儿,”法国能源供应商施耐德电气的高级副总裁吉姆·圣德林(Jim Sandelin承认,“在技术上是可行的。而最近的三四年,用于检测建筑和设备性能状况的平台和分析也已出现,并在不断改进。”

您可以走进一家麦当劳,使用触摸屏交互菜单点餐。大学宿舍被要求使用节能型供热制冷系统,以便降低成本和消耗。见鬼——甚至于iPad都像是直接来自《星际迷航(Star Trek)》。

那么,接下来会是什么呢?

现在,通过一个单独的集成网络,全新的数据处理中心就能针对办公大楼、高速公路、体育馆甚至整个城市街区的电力分配进行分析。但是,当政府已经开始投资,向“智能城市”转型的时候,私人业主却拒绝为之买单。

“许多投资者不愿谈论(绿色能源)这个问题,”达拉斯林肯物业(Lincoln Property)管理公司的区域工程总监约翰·道生(John Dawson)说道,“他们不愿意花钱。他们计算出了电力涨价的转嫁费用,质疑为什么要他们来付费?”

达拉斯每年的电费通常高达数千万美元。自2003年开始,人们改造了市政厅、达拉斯艺术博物馆、停车场以及几十栋办公大楼,在其中配备了自动恒温器、动作感应灯,并改善了建筑的隔热隔音性能。达拉斯政府预计,未来的两年内,在能源方面的花费将减少约3,000万美元。

尽管美国城市多少有些不情愿接受节能改造,但在欧洲,许多国家都通过法律要求完成此类改造。得克萨斯大学的建筑规划学教授史蒂芬·摩尔(Steven Moore)说:“对于那些不能立即从中得到好处的改变,大多数人都会反对。(但是)改变很快就会来临,也将出现更多的激励措施,让机构和政府得以适应改变。”

然而,让一座建筑变得节能并不是“一锤子”买卖。随着建筑使用年限的增长,它们就会开始榨取能源。这也是为什么我们需要对其进行定期维护、熟练操作的原因。我们需要不断调整建筑,以便继续使用它们。

现在,问题是:人类是否能够适应全球变暖,并得以幸存?又或者,我们没能从错误中吸取经验,与地球一起饱受煎熬?



从英文版翻译而来。原文于2013 71 http://annie65j.blogspot.sg/2013/07/technology-is-getting-smarter-so-why.html

[ 全球变暖, 政府, 新技术, NRGLab 项目, NRGLab推出的SH-box, Jim Sandelin, John Dawson, Lincoln Property, Steven Moore, nrglab, nrglab pte ltd, nrglab сингапур, nrglab singapore, ana shell ]

Wednesday, July 17, 2013

Teknologi Semakin Pintar, Mengapa Kota-Kotanya Tidak?

Ponsel pintar. Lampu dengan sensor gerakan. Mesin pencari  yang merekam riwayat pencarian kita dan otomatis-melengkapi pertanyaan kita sebelum kita menuliskannya secara lengkap. Ya – kita hidup di era di mana sebagian besar penduduk menuntut teknologi pintar untuk mengimbangi kekurangan mereka sendiri. Kita telah menyadari kesalahan dari cara kita sendiri. Umat manusia sendiri. Jadi mengapa kita tidak bisa menerapkan pemikiran yang sama untuk kota-kota kita yang kelebihan penduduk?


"Penerapannya  lebih lambat daripada yang kita inginkan," seperti diakui oleh Jim Sandelin , Senior Vice President  Schneider Electric, perusahaan penyedia energi asal Perancis. "Teknologinya sudah ada. Platform dan analisis, yang memberitahu Anda bagaimana bangunan dan peralatan bekerja, baru benar-benar datang dalam tiga atau empat tahun belakangan ini, dan [semakin] membaik saja."

Anda bisa masuk ke McDonald dan memesan makanan melalui sebuah menu layar sentuh interaktif. Asrama perguruan tinggi yang diatur dengan sistem pemanasan  dan pendingin yang hemat energi membantu mengurangi biaya dan konsumsi energi. Bahkan iPad sudah kelihatan seperti langsung dari Star Trek.

Jadi, setelah ini apa?

Pusat-pusat pengolahan data baru saat ini memungkinkan gedung-gedung perkantoran, jalan raya, stadion dan seluruh blok di kota dijalankan melalui jaringan tunggal dan terintegrasi yang menganalisis distribusi tenaga listrik. Namun,  saat pemerintah sudah mulai berinvestasi dalam transisi menuju “kota pintar,” pemilik bangunan swasta tetap menolak untuk membayar tagihan.

"Banyak investor yang tidak mau tahu [dengan energi hijau]," kata John Dawson, Direktur Regional Teknik Lincoln Properti, sebuah perusahaan manajemen di Dallas. "Mereka tidak ingin menghabiskan uang. Mereka mencari listrik yang sudah ada saja, jadi mengapa mereka harus membayar untuk itu? "

Tagihan listrik tahunan kota Dallas reguler biasanya bernilai puluhan juta dolar. Sejak tahun 2003, Balai Kota, Dallas Museum of Art, tempat parkir, dan puluhan bangunan perusahaan telah direnovasi dengan termostat otomatis, lampu dengan sensor gerak, dan insulasi  telah diperbaiki. Pemerintah mereka memprediksi penghematan energi selama dua tahun ke depan sekitar $ 30 juta.

Meskipun kota-kota di Amerika agak enggan untuk mendukung pembaruan yang hemat energi, di Eropa hal ini secara undang-undang justru dibutuhkan banyak negara. Menurut Steven Moore, seorang profesor perencanaan arsitektur di University of Texas, "Kebanyakan orang menolak perubahan karena mereka tidak dapat segera melihat manfaatnya. [Tapi] perubahan akan datang, dan akan ada peningkatan insentif agar lembaga dan pemerintah mau menerapkannya."

Namun membuat bangunan hemat energi jauh dari sekadar kesepakatan "sekali dan selesai". Ketika makin berumur, bangunan-bangunan mulai boros energi. Itulah sebabnya bangunan-bangunan tersebut membutuhkan perawatan rutin. Kegiatan operasionannya dipelajari. Gedung-gedung harus terus beradaptasi agar bisa tetap bertahan.

Sekarang pertanyaannya adalah: akan umat manusia beradaptasi dengan pemanasan global dan bertahan? Atau akankah kita gagal untuk belajar dari kesalahan kita, dan tergoreng bersama dengan planet ini?

Diterjemahkan dari Bahasa Inggris, artikel asli di publikasikan tanggal di 1 Juli, http://annie65j.blogspot.sg/2013/07/technology-is-getting-smarter-so-why.html

[ proyek nrglab, pemanasan global, nrglab, nrglab pte ltd, nrglab singapore, nrglab сингапур, annie j, ana shell, University of Texas, Steven Moore, John Dawson, Star Trek ]