Showing posts with label pemanasan global. Show all posts
Showing posts with label pemanasan global. Show all posts

Wednesday, January 1, 2014

Demi sedikit keuntungan dari kelapa sawit, kita tega membunuh orangutan dan mempercepat pemanasan global

Apa kesamaan dari coklat, krim kecantikan, dan  pompa bensin? Jawabannya, cukup mengejutkan, yaitu penggundulan hutan dan kepunahan bertahap spesies orangutan. Semuanya menggunakan produk yang disebut minyak sawit, yang ditanam di daerah tropis yang panas dan lembap di Malaysia dan Indonesia. Karena penggunaannya yang terus bertambah di seluruh dunia, pemerintah dan banyak pengusaha melihat pemanfaatan tanah jauh lebih menguntungkan daripada keberadaan hutan hujan dan lahan basah - sehingga habitat alami orangutan pun dibabat habis, digantikan oleh barisan pohon kelapa sawit yang dijaga ketat.

Tapi bukan hanya kerabat dekat kita, orangutan, saja yang kalah dari perdagangan minyak sawit. Deforestasi dan penghancuran lahan basah di pulau Kalimantan dan Sumatera melepaskan berton-ton karbon dioksida ke atmosfer, mempercepat perubahan iklim - perusakan hutan ini bertanggung jawab atas 3% dari seluruh emisi gas rumah kaca di seluruh dunia. Sebagian besar hutan dibersihkan dengan dibakar, yang menciptakan asap kabut yang memengaruhi pernapasan manusia dan menyebar hingga ke Singapura. Dan tanah yang telah digunakan masyarakat adat setempat selama berabad-abad direnggut dari mereka agar dapat diubah menjadi kebun kelapa sawit.

Dalam sebuah wawancara dengan National Geographic, konsultan pembangunan berkelanjutan Robert Hii juga mencatat bahwa beberapa manfaat ekonomi dari kelapa sawit sampai ke tangan penduduk lokal: "Saya pribadi melihat situasi sewaktu pemilik tanah dijanjikan penghasilan yang baik, pembangunan jalan, rumah sakit, dan sekolah sebagai ganti atas hak tanah dan kekayaan mereka," katanya.  "Sayangnya, saya melihat lebih banyak keluhan tentang cara mewujudkan janji-janji tersebut". Seluruh sistem ini dirancang untuk menciptakan para pecundang - penduduk di hutan hujan kehilangan tanah mereka, orang-orang di barat sakit karena terlalu banyak memakan makanan yang mengandung lemak jenuh minyak kelapa sawit, dan kita semua kehilangan iklim sehat yang kita butuhkan untuk bertahan hidup. Dan semua itu hanya demi keuntungan yang diraup beberapa segelintir pemenang saja.

Jadi, apabila kelapa sawit lebih banyak mendatangkan kerugian daripada manfaat, mengapa tetap ada di dalam coklat, es krim, produk kecantikan, biskuit, dan bahkan bahan bakar kita? Jawabannya cukup sederhana, yaitu keuntungan. Minyak kelapa sawit murah, jauh lebih murah daripada alternatif minyak lainnya, sebagian karena kelapa sawit ditanam di lahan hutan yang dipandang tidak memiliki nilai nyata sebagai modal global. Mengubahnya ke bentuk bahan bakar dan nutrisi yang lebih aman, bersih, ramah lingkungan dan berkelanjutan bukan suatu pilihan bagi banyak perusahaan - karena akan mengurangi keuntungan mereka. Mengubah ke metode produksi yang akan membantu orang hidup bermartabat dan memberikan distribusi kekayaan yang adil dan merata, jelas-jelas 'tidak mungkin'- karena akan mengambil jatah uang pemerintah dan perusahaan-perusahaan, yang merupakan para pemenang dari sistem ekonomi ini.

NRGLab mengambil pendekatan yang berbeda untuk masalah ini, dengan menyadari bahwa apa yang terjadi di hutan hujan Asia Tenggara memengaruhi kita semua. Kami ingin mengambil pendekatan berbeda untuk masalah energi, yang juga untuk ekonomi - membuat uang bekerja untuk kepentingan terbaik bagi umat maunusia dan planet serta mengubah para pecundang saat ini menjadi pemenang, alih-alih hanya berfokus pada kepentingan utama dan mendorong penghancuran atas nama keuntungan. Jika menurut Anda, Anda memiliki keterampilan untuk membantu misi kami, mari kita saling berhubungan.



Diterjemahkan dari Bahasa Inggris, artikel asli di publikasikan tanggal di 15.12: http://annie65j.blogspot.com/2013/12/killing-orangutans-and-speeding-up.html

kelapa sawit, membunuh orangutan, pemanasan global, National Geographic, NRGLab Asia, Asia Tenggara

Monday, August 26, 2013

Pentingnya Energi Terbarukan

Alex K.


Hai, nama saya Alex dan saya seorang insinyur yang bekerja dalam Dewan Riset NRGLab. Saya telah bekerja dengan teknologi computer CAD-CAM selama 15 tahun untuk membantu para insinyur lain mencapai spesifikasi yang tepat dan mendetail dari rancangan-rancangan mereka. SH-box NRGLab akan mengubah dunia, dan saya akan beritahu mengapa SH-box merupakan sumber energi terbarukan.



     Sewaktu bekerja dengan model-model komputer, orang kerap menggunakan data tafsiran untuk memprediksi tren masa depan dan kecendengurang-kecenderungannya.  Seharusnya dunia pun dilihat dengan cara demikian. Dengan menganalisis informasi tentang masa kini, kita akan mampu membuat penyesuaian-penyesuaian yang berakar dari tradisi praindustri dan mengoptimalkan masa depan kita. Tidak melarikan diri dari kenyataan tidak mengenakkan yang saat ini kita hadapi: secara perlahan dunia menjadi sekarat. Populasi tumbuh terlalu cepat. Konsumsi BBM meningkat di luar kendali. Sudah waktunya kita menerapkan apa yang kita ketahui tentang lingkungan kita untuk mencegah sebuah akhir tidak menyenangkan yang tak bisa dihindari – seperti yang terlihat saat ini.

            Solusinya adalah energi terbarukan. Sumber-sumber energi terbarukan mendemokrasikan energi dan memungkinkan informasi, stabilitas, dan perdamaian untuk berkembang. Berbagai negara diseluruh penjuru dunia saat ini diadu melawan satu sama lainnya dalam upaya untuk mengendalikan cadangan sumber daya alam yang terbatas. Minyak bumi, baru bara, gas alam. Menghapus insentif dan kita bisa melihat akhir sebuah perang.

            Ketergantungan kita terhadap minyak dan gas saat ini memang baik untuk tahun 1900an. Namun minyak sudah mulai habis sekarang, dan  beberapa kendaraan hibrida di jalanan tidak akan bisa mengimbangi emisi karbon yang terus dipompakan ke atmosfer kita. Kerusakan sudah terjadi. Untungnya, perubahan akan segera datang.

            Namun, perubahan besar membutuhkan cara berpikir yang terbuka. Pertama, kita harus bisa membayangkan dunia tanpa SPBU atau PLT Batu Bara sebagai dunia yang nyata.  Kita membutuhkan teknologi baru yang bisa langsung disambungkan ke jaringan listrik, dan memberikan bantuan langsung bagi jutaan rumah tangga yang berjuang untuk kebutuhan hidup mereka. Sebaiknya kita bersama-sama mengambil sikap menentang infrastruktur energi yang sudah ada.  Energi, sama seperti udara yang kita hirup, tidak seharusnya diperlakukan seperti sebuah komoditas yang diberi label harga. Sebaliknya, harus disikapi sebagai sebuah kesempatan bagi orang-orang untuk belajar, berkomunikasi, dan merasa sedikit lebih aman di malam hari. Energi adalah power. Dan di NRGLab, tujuan kami adalah memberikan power itu kembali ke rakyat.

Ingin mengambil bagian dari solusi energi? tertarik untuk menjadi bagian dari tim NRGLab? Anda dapat mencari tahu lebih lanjut bagaimana cara bergabung ke Dewan Riset di sini: https://www.box.com/ResearchCouncilNRGLab



Diterjemahkan dari Bahasa Inggris, artikel asli di publikasikan tanggal di 21 Agustus: http://annie65j.blogspot.com/2013/08/the-importance-of-renewable-energy.html

[ Pentingnya Energi , nrglab, nrglab pte ltd, nrglab singapore, nrglab сингапур, annie j, energy project, proyek nrglab, pemanasan global, renewable energy ]

Wednesday, August 14, 2013

Menghemat Biaya dan Konsumsi Energi dengan 10 Langkah Mudah

Anda tidak perlu mengambil langkah-langkah drastis untuk beradaptasi dengan krisis energi dan iklim. Dengan mengikuti 10 langkah-langkah sederhana berikut ini, sudah pasti Anda bisa memangkas sekaligus tagihan energi bulanan dan jejak karbon Anda!


Dijamin Anda juga tidak perlu memasang panel surya yang mahal dalam hal ini. Yang diperlukan hanyalah, luangkan sedikit waktu Anda, berjalan di sekeliling rumah, dan pertimbangkan hal-hal berikut:

Atur thermostat di rumah Anda hingga mencapai kira-kira 25°C. Ini hanya membutuhkan sedikit energi, tapi merupakan suhu yang nyaman dan pastinya menghemat banyak uang sepanjang bulan-bulan musing panas yang panjang dan gerah. 

Jika Anda menjalankan AC, pastikan semua pintu dan jendela tertutup. Orang bilang, kalau kita tidak dibuang-buang, pastinya kita akan selalu cukup. 

Pastikan juga kalau ventilasi udara tidak ditutup. Seringkali (karena percaya feng shui),  tanpa sadar orang sering menempatkan mebel  di balik ventilasi AC. Ini pastinya membatasi  aliran udara dingin di seluruh rumah, memaksa Anda menjalankan AC lebih lama.

Kesalahan umum dekorasi lain: pastikan TV, lampu, dan peralatan yang perlu dipanaskan diletakkan jauh dari dari thermostat. Karena alat-alat ini cenderung mengelabui AC dengan terasa lebih panas daripada yang sebenarnya.

Tahukan Anda kalau pemanas air pada umumnya merupakan pengeluaran energi ketiga terbesar?  Menurunkan beberapa derajat suhunya akan membantu Anda menghemat uang secara konsisten dari bulan ke bulan.

Mencuci baju dengan air dingin, bukan air panas akan menghemat ratusan dolar dalam setahun.  Juga, memasukkan handuk kering dalam pengering pakaian setiap kali Anda memasukkan pakaian basah yang baru selesai dicuci akan mengurangi waktu pengeringan karena handuk menyerap kelembapan.  Ini artinya menjalankan pengering pakaian lebih sebentar. Menggunakan lebih sedikit air. Lebih sedikit energi. 

Makanan siap saji yang hanya perlu dipanaskan dengan microwave – tidak selamanya buruk! Oven microwave menggunakan hanya separuh dari energi yang digunakan oleh microwave versi lama. Jadi jangan merasa tidak enak kalau lain kali Anda hanya perlu memasak makan malam selama 5 menit. Rasanya seperti Anda bertanggung jawab.

Vacuum kulkas Anda? Saya akui, kedengarannya tidak masuk akal. Tapi ketika kotoran dan debu menumpuk di kumparan kulkas Anda, kulkas akan bekerja dua kali lebih keras untuk menjaga agar makanan tetap dingin.  

Apabila Anda tidak menyeduh kopi, main video game, atau menonton TV untuk sementara waktu – cabut stop kontak peralatan-peralatan itu!  Yang mengherankan, banyak  alat-alat elektronik tetap memakan energi  sekalipun dalam keadaan mati.

Anda punya loteng?  Ruang bawah tanah?  Bahkan, ruang kecil? Periksa insulasi secara teratur untuk memastikan kalau insulasinya tetap kering.  Ketika kelembapan merembes, bakalan mempengaruhi efektivitas insulasi.  Udara dingin keluar selama musim panas dan masuk selama musim dingin, membuatnya sulit untuk tetap hangat atau dingin (tergantung musim).

Baiklah, Anda sudah punya semua tipnya. 10 langkah mudah untuk menghemat biaya dan konsumsi energi. Dan ingat, ketika berbicara tentang pemanasan global – kita berada di pihak yang sama.  Jadi, luangkan waktu dan pastikan Anda juga pengguna energi yang efisien sesegera mungkin. Bagikan dengan teman Anda. Buatlah perbedaan.

Seperti yang pernah Gandhi ucapkan, “Apabila kita bisa mengubah diri kita sendiri, dunia pun akan cenderung berubah.  Manusia mengubah lingkungannya sendiri, karena itulah sikap dunia terhadap manusia pun akan berubah.  Kita tidak perlu menunggu apa yang orang lain lakukan.”

Diterjemahkan dari Bahasa Inggris, artikel asli di publikasikan tanggal di 28 Juli http://annie65j.blogspot.com/2013/07/cut-costs-and-energy-consumption-in-10.html

konsumsi energi, research council nrglab, research council, proyek nrglab, pemanasan global, NRGLab推出的SH-box, nrglab, nrglab pte ltd, nrglab singapore, nrglab сингапур ]

Tuesday, August 6, 2013

Semua Demi Perubahan

Mereka yang memilih bermain aman tidak akan membuat sejarah.  Mereka yang berani mengambil risiko, yang mempertaruhkan segalanya untuk sebuah ide yang menentang kemapanan – merekalah yang akan menorehkan sejarah. Mereka membentuk dunia agar sesuai dengan visi yang mereka miliki. Mereka selalu bertanya: “Mengapa? Bagaimana mungkin? Bagaimana kalau…”  Ini adalah tipe orang yang berjuang untuk menentang apa yang dikatakan orang di seluruh dunia salah, karena jauh di lubuk hati, mereka menyakini bahwa itulah sebenarnya yang dibutuhkan dunia.


Orang-orang seperti Martin Cooper. Di tahun 1970-an, mantan petinggi Motorola memaksa perusahaannya untuk mengembangkan telepon bergerak yang digenggam di tangan. Saat itu, Bell Labs memonopoli pasar dengan perangkat mobil mereka, dan kebanyakan orang berpikir pengembangan telepon bergerak yang paling jauh, ya, seperti itu. Telepon mobil selalu membutuhkan baterai besar. Juga memerlukan kabel. Karena itulah, mobil kelihatannya menjadi tempat yang paling pas untuk telepon. Selain itu, siapa pula yang pernah berpikir kalau mereka bisa memesan pizza ketika dalam perjalanan untuk mengambilnya? Tak seorang pun! Jadi, “yes” untuk telepon mobil! 

Tapi Martin Cooper melihat sesuatu yang berbeda. Yang lebih baik. Dia melihat dunia di mana orang-orang mempunyai telepon di saku mereka masing-masing. Jadinya orang selalu bisa bertelepon sambil berjalan.  Cooper lalu memutuskan untuk nekad mengambil risiko. Dia menginvestasikan masa depan Motorola untuk mengembangkan telepon seluler, sekalipun bagi sebagian besar orang itu adalah ide gila, dan mustahil untuk diwujudkan. (Awalnya, dia mencoba memadatkan peralatan seberat 13.61 kg menjadi hanya perangkat seberat 0.91 kg – bukan tugas yang mudah).

Akhirnya, pada 3 April 1973, Cooper berjalan-jalan ke Manhattan dan menelepon rivalnya CEO Bell Labs. Percakapan mereka singkat saja, namun menandakan awal revolusi seluler. Kurang dari setengah abad kemudian, kita memakai teleponnya Cooper dan mencari tahu bagaimana cara menambahkan kamera. Kalender. Pemutar musik. Sistem video game. Kita hidup di era koneksi nirbatas. Era breaking news. Tweet dan tag. Semua diawali dengan seorang laki-laki yang ingin mengambil risiko demi mewujudkan visinya akan apa yang mungkin.

Well, kami tidak hanya mempunyai seorang laki-laki atau perempuan saja yang bekerja dengan kami di Dewan Riset NRGLab.  Kami memiliki tim yang mempunyai mimpi, dan mimpi itu termasuk kebebasan memiliki energi bersih, tagihan listrik murah, dan kestabilan sosio-ekonomi. Kami bertekad menjadi bab baru yang memastikan sejarah umat manusia terus berjalan baik hingga ke masa depan. Kami bersedia mengambil risiko itu semua karena kami yakin kami benar.

Oleh Alex K


Diterjemahkan dari Bahasa Inggris, artikel asli di publikasikan tanggal di 10 Juli http://annie65j.blogspot.com/2013/07/all-in-for-change.html

Martin Cooper, CEO Bell Labs, Manhattan, listrik indonesia, listrik murah, proyek nrglab, pemanasan global, research council nrglab, sh-box, nrglab, nrglab singapore ]

Sunday, July 21, 2013

Masih Percayakah Kita kepada Pemerintah?

Boleh dibilang hampir setiap malam, siaran berita selalu dibanjiri dengan berita utama yang berkaitan dengan perilaku pemerintahan yang tidak pada tempatnya.  Coba saja, pilih sebuah negara - negara mana pun.

Amerika Serikat, "tanah kebebasan" itu, diam-diam memata-matai warga negaranya sendiri. Mendengarkan percakapan telepon pribadi mereka.  Membaca surel mereka. Dan semua itu 100% legal! (tapi secara konstitusi atau moral - pastinya bertentangan)


Di Turki, polisi terpaksa menembakkan meriam air bertekanan tinggi ke kerumunan massa kerusuhan yang berjumlah sekitar  15.000 orang loyalis Partai AK. Bayangkan berapa banyak orang yang bakal bersorak dan melambaikan bendera Turki di TPS ketika mereka mengadakan pilkada di bulan Maret mendatang.

Korea Utara menuntut pembubaran intervensi PBB di Korea Selatan. Dengan menuduh  bahwa AS menggunakan wilayah Korea Selatan sebagai persiapan strategis untuk perang melawan Korea Utara, Duta Besar Sin Son Ho memperingatkan bahwa perang bisa berkobar "setiap saat."  Dan yang dimaksud bukan Perang Korea lainnya. Kita bicara Perang Dunia III. Bencana nuklir. Seperti yang kita tahu bakal menjadi akhir kehidupan.

Para pemimpin negara-negara asing tidak dapat bertatap muka secara langsung lagi, karena takut dimata-matai oleh pesawat pengintai tak berawak rahasia yang seharusnya menjadi sekutu mereka. Apa yang dilakukan oleh pesawat pengintai tak berawak itu? Tentu saja memata-matai Anda. Bahkan Presiden Barack Obama, seorang liberal, telah menggunakan serangan pesawat pengintai tak berawak untuk menciduk tersangka teroris. Tanpa pengadilan. Tanpa perlu membacakan hak-hak orang yang diciduk tersebut. Parahnya lagi - warga sipil tak berdosa terperangkap di tengah.
Apakah Anda bersedia untuk menerima atau tidak, gagasan tentang "privasi" di era berbasis teknologi ini semakin berkembang dengan cepat. Bagaimana cara terbaik bagi pemerintah untuk menyerang dan menangkap seorang pembunuh? Bagaimana Anda menimbang antara hak-hak individu versus demi kebaikan bersama? Ini adalah beberapa pertanyaan yang sangat sulit, dan keputusan yang diambil bakal tidak mudah pula. Tapi apakah Anda memberikan kepercayaan kepada para pemimpin politik untuk membuat keputusan itu bagi Anda?

Itulah mengapa kami di NRGLab berusaha memberikan kebebasan kepada orang lain. Dengan membuat akses listrik yang universal dan terjangkau,  Anda membuat akses ke informasi yang universal. Ini akan menciptakan pemilih yang mendapat informasi dengan baik. Warga negara yang bertanggung jawab, dapat membatasi kebiasaan konsumsi mereka sendiri dengan generator bebas karbon seperti SH-Box ini. Mereka bisa belajar teknik daur ulang yang lebih baik. Dan yang terpenting, mereka dapat berbagi dengan dunia apa yang telah mereka pelajari. Dan melalui jaringan informasi ini, satu orang bisa membuat sejarah.

Jadi jangan pernah menyerah! Jika Anda berpikir bahwa mematikan satu lampu untuk menghemat sedikit watt itu tidak artinya - pikir lagi! Memimpin dengan memberi contoh. Membantu memastikan lebih baik, masa depan yang lebih hijau bagi kita semua.


Diterjemahkan dari Bahasa Inggris. Artikel asli diterbitkan pada 26 Juni 2013 di http://annie65j.blogspot.sg/2013/06/do-you-still-trust-government.html

[ pemanasan global, proyek nrglab, research council, research council nrglab, ana shell, energy project, nrglab, nrglab pte ltd, nrglab сингапур, nrglab singapore ]

Wednesday, July 17, 2013

Teknologi Semakin Pintar, Mengapa Kota-Kotanya Tidak?

Ponsel pintar. Lampu dengan sensor gerakan. Mesin pencari  yang merekam riwayat pencarian kita dan otomatis-melengkapi pertanyaan kita sebelum kita menuliskannya secara lengkap. Ya – kita hidup di era di mana sebagian besar penduduk menuntut teknologi pintar untuk mengimbangi kekurangan mereka sendiri. Kita telah menyadari kesalahan dari cara kita sendiri. Umat manusia sendiri. Jadi mengapa kita tidak bisa menerapkan pemikiran yang sama untuk kota-kota kita yang kelebihan penduduk?


"Penerapannya  lebih lambat daripada yang kita inginkan," seperti diakui oleh Jim Sandelin , Senior Vice President  Schneider Electric, perusahaan penyedia energi asal Perancis. "Teknologinya sudah ada. Platform dan analisis, yang memberitahu Anda bagaimana bangunan dan peralatan bekerja, baru benar-benar datang dalam tiga atau empat tahun belakangan ini, dan [semakin] membaik saja."

Anda bisa masuk ke McDonald dan memesan makanan melalui sebuah menu layar sentuh interaktif. Asrama perguruan tinggi yang diatur dengan sistem pemanasan  dan pendingin yang hemat energi membantu mengurangi biaya dan konsumsi energi. Bahkan iPad sudah kelihatan seperti langsung dari Star Trek.

Jadi, setelah ini apa?

Pusat-pusat pengolahan data baru saat ini memungkinkan gedung-gedung perkantoran, jalan raya, stadion dan seluruh blok di kota dijalankan melalui jaringan tunggal dan terintegrasi yang menganalisis distribusi tenaga listrik. Namun,  saat pemerintah sudah mulai berinvestasi dalam transisi menuju “kota pintar,” pemilik bangunan swasta tetap menolak untuk membayar tagihan.

"Banyak investor yang tidak mau tahu [dengan energi hijau]," kata John Dawson, Direktur Regional Teknik Lincoln Properti, sebuah perusahaan manajemen di Dallas. "Mereka tidak ingin menghabiskan uang. Mereka mencari listrik yang sudah ada saja, jadi mengapa mereka harus membayar untuk itu? "

Tagihan listrik tahunan kota Dallas reguler biasanya bernilai puluhan juta dolar. Sejak tahun 2003, Balai Kota, Dallas Museum of Art, tempat parkir, dan puluhan bangunan perusahaan telah direnovasi dengan termostat otomatis, lampu dengan sensor gerak, dan insulasi  telah diperbaiki. Pemerintah mereka memprediksi penghematan energi selama dua tahun ke depan sekitar $ 30 juta.

Meskipun kota-kota di Amerika agak enggan untuk mendukung pembaruan yang hemat energi, di Eropa hal ini secara undang-undang justru dibutuhkan banyak negara. Menurut Steven Moore, seorang profesor perencanaan arsitektur di University of Texas, "Kebanyakan orang menolak perubahan karena mereka tidak dapat segera melihat manfaatnya. [Tapi] perubahan akan datang, dan akan ada peningkatan insentif agar lembaga dan pemerintah mau menerapkannya."

Namun membuat bangunan hemat energi jauh dari sekadar kesepakatan "sekali dan selesai". Ketika makin berumur, bangunan-bangunan mulai boros energi. Itulah sebabnya bangunan-bangunan tersebut membutuhkan perawatan rutin. Kegiatan operasionannya dipelajari. Gedung-gedung harus terus beradaptasi agar bisa tetap bertahan.

Sekarang pertanyaannya adalah: akan umat manusia beradaptasi dengan pemanasan global dan bertahan? Atau akankah kita gagal untuk belajar dari kesalahan kita, dan tergoreng bersama dengan planet ini?

Diterjemahkan dari Bahasa Inggris, artikel asli di publikasikan tanggal di 1 Juli, http://annie65j.blogspot.sg/2013/07/technology-is-getting-smarter-so-why.html

[ proyek nrglab, pemanasan global, nrglab, nrglab pte ltd, nrglab singapore, nrglab сингапур, annie j, ana shell, University of Texas, Steven Moore, John Dawson, Star Trek ]

Sunday, June 9, 2013

Perjanjian antara AS & Cina yang Mungkin Mencetak Kemenangan Bersejarah tentang pemanasan global

Beberapa minggu yang lalu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry bertemu dengan para pejabat Cina di Beijing untuk membahas masalah meningkatnya ketegangan antara AS dan Korea Utara. Meskipun progres di bidang ini telah dibuat, namun sebuah kejutan yang menjadi sejarah besar adalah adanya  kesepakatan bilateral mengenai perubahan iklim.  

Sebuah hubungan jangka panjang antar kedua negara adidaya akan membantu memastikan stabilitas ekonomi dan kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang. AS dan Cina bertanggung jawab atas 45% dari seluruh emisi gas rumah kaca. Emisi gas rumah kaca disebut-sebut memiliki beberapa implikasi terhadap lingkungan seperti mencairnya puncak es, pengasaman air laut (adalah menurunnya pH air laut akibat emisi karbon dioksida) dan badai super sebagai pembenaran untuk resolusi bersama ini.


Pertemuan Kerry menandai preseden bersejarah. Pemanasan global akhirnya bergeser dari sekadar  sikap politik atau menentangnya, menjadi  kenyataan. Perjanjian ini membuka saluran komunikasi dan kerja sama internasional dengan dibentuknya Kelompok Kerja Perubahan Iklim. Mudah-mudahan, hal ini akan menginspirasi PBB agar menjadi agresif dengan perubahan iklim dan mengadopsi sikap kerja sama serupa.

Dialog Strategis dan Ekonomi seperti ini telah membantu menyatukan kedua pemerintahan selama enam tahun terakhir. Bagaimanapun, dahulu diskusi-diskusi hanya berpusat pada proposal perdagangan dan fluktuasi pasar. Pembentukan Kelompok Kerja Perubahan Iklim memaksa AS dan Cina, para politisi, dan juga para eksekutif perusahaan serupa yang serakah, berhutang budi kepada kontributor kampanye untuk menghadapi tantangan-tantangan sulit masa depan tempat kita semua bergantung.
                      
Ketika berhadapan dengan pemerintahan berbeda dalam suasana demokratis, atau bahkan dengan perwakilan-perwakilan pemerintah dalam demokrasi nasional, masalah sebenarnya lebih cenderung terjebak dalam omong kosong birokrasi belaka. Dan karena isu perubahan iklim sangat nyata, dan juga melibatkan berbagai masalah lain seperti keamanan nasional, perdagangan luar negeri, dan energi terbarukan,  maka biasanya sangat sulit meloloskan UU yang berkaitan dengan perubahan iklim ini.

Mungkin yang paling penting, perjanjian antara AS dan Cina akan menargetkan perbedaan pemahaman filosofis tertentu atas perubahan iklim antara kedua pemerintahan. Menyelesaikan perbedaan ini sekarang, juga mempersiapkan PBB dan badan-badan lainnya, apabila mereka kelak memutuskan untuk mengikuti dan mulai bekerja pada strategi unilateral.

Sudah waktunya untuk mengakhiri perdebatan. Kita perlu berkumpul  bersama-sama dan menerima tanggung jawab atas kerusakan yang telah kita lakukan pada planet ini. Perusahaan seperti NRGLab sudah mulai mengumpulkan satu tim para insinyur dan ilmuwan hebat dengan visi masa depan yang sama. Visi tersebut termasuk listrik bersih. Sebuah infrastruktur energi yang sepenuhnya diubah. Level karbon yang dapat dikelola.

Visi tersebut termasuk SH-Box.

Kunjungi nrglab.asia untuk informasi selengkapnya tentang generator SH-Box dan mendapatkan informasi lelang-lelang terbaru yang diselenggarakan oleh NRGLab.

Diterjemahkan dari Bahasa Inggris. Artikel asli diterbitkan pada 26 Mei 2013 http://annie65j.blogspot.sg/2013/05/possible-agreement-between-us-china.html

[ pemanasan global, Cina, proyek nrglab, research council, nrglab singapore, nrglab сингапур, nrglab pte ltd, listrik murah, nrglab, listrik indonesia, ana shell ]