Showing posts with label research council. Show all posts
Showing posts with label research council. Show all posts

Monday, October 14, 2013

Too high a price for universal energy? Millions without power don’t think so

Did you know that in today’s technology-driven age, millions of people still live without regular access to fuel or electricity? That means they can’t heat their homes in the winter. They can’t cook, or keep their food refrigerated. While the rest of the world advances by leaps and bounds, these people are left to fend for themselves.



According to a paper recently published by the International Institute for Applied Systems Analysis, it would cost an estimated $65 billion and take two decades to construct a universal energy grid. The price tag includes power generation, grid expansion and maintenance, and grants for clean-burning stove. These stoves would benefit the more than 40% of people without them and reduce accidental fatalities by up to 1.8 million, the study claims.

So are the lives of millions worth $65 billion?
Shonali Pachauri, co-author of the paper, seems to think so. “The scale of investment required is small from a global perspective,” she says. “Without new policies and efforts, universal access to modern energy will not be achieved by 2030. Actually, for cooking, the situation may even worsen…”

Pachauri is right. $65 billion equates to less than 4% of current investments in the energy sector. So we don’t need to be investing MORE—we need to be investing SMARTER.

Participating in one of NRGLab’s many energy projects may just be the shrewdest financial move you’ve ever made.

NRGLab has developed a way to increase the efficiency of gas turbine generators. With the patent-pending “Eco-SV” Method, turbines achieve electrical efficiency levels between 53 and 72%. Compare this to the efficiency of most other turbines, which are lucky to register 35%.

A joint-venture with Viscoil Holdings involves recycling waste materials into useable fuel. NRGLab possesses exclusive rights to this technology for all of Southeast Asia. Coal is scheduled to be recycled in Indonesia. Engine oil in Malaysia. Agricultural byproduct in Singapore and Malaysia. In Singapore, for instance, NRGLab is able to recycle 2,000 tons of waste on a daily basis into 800 m3 of fuel! Imagine the possibilities this holds for the millions without access to power...

NRGLab is in the business of changing lives. If you’re interested in opportunities, contact us by visiting www.nrglab.asia.

ana shell, energy, gas turbines, GE, nrglab, nrglab pte ltd, nrglab singapore, nrglab сингапур, pakistan, research council, sh-box, Siemens, STIG, Verizon] 

Wednesday, August 14, 2013

Menghemat Biaya dan Konsumsi Energi dengan 10 Langkah Mudah

Anda tidak perlu mengambil langkah-langkah drastis untuk beradaptasi dengan krisis energi dan iklim. Dengan mengikuti 10 langkah-langkah sederhana berikut ini, sudah pasti Anda bisa memangkas sekaligus tagihan energi bulanan dan jejak karbon Anda!


Dijamin Anda juga tidak perlu memasang panel surya yang mahal dalam hal ini. Yang diperlukan hanyalah, luangkan sedikit waktu Anda, berjalan di sekeliling rumah, dan pertimbangkan hal-hal berikut:

Atur thermostat di rumah Anda hingga mencapai kira-kira 25°C. Ini hanya membutuhkan sedikit energi, tapi merupakan suhu yang nyaman dan pastinya menghemat banyak uang sepanjang bulan-bulan musing panas yang panjang dan gerah. 

Jika Anda menjalankan AC, pastikan semua pintu dan jendela tertutup. Orang bilang, kalau kita tidak dibuang-buang, pastinya kita akan selalu cukup. 

Pastikan juga kalau ventilasi udara tidak ditutup. Seringkali (karena percaya feng shui),  tanpa sadar orang sering menempatkan mebel  di balik ventilasi AC. Ini pastinya membatasi  aliran udara dingin di seluruh rumah, memaksa Anda menjalankan AC lebih lama.

Kesalahan umum dekorasi lain: pastikan TV, lampu, dan peralatan yang perlu dipanaskan diletakkan jauh dari dari thermostat. Karena alat-alat ini cenderung mengelabui AC dengan terasa lebih panas daripada yang sebenarnya.

Tahukan Anda kalau pemanas air pada umumnya merupakan pengeluaran energi ketiga terbesar?  Menurunkan beberapa derajat suhunya akan membantu Anda menghemat uang secara konsisten dari bulan ke bulan.

Mencuci baju dengan air dingin, bukan air panas akan menghemat ratusan dolar dalam setahun.  Juga, memasukkan handuk kering dalam pengering pakaian setiap kali Anda memasukkan pakaian basah yang baru selesai dicuci akan mengurangi waktu pengeringan karena handuk menyerap kelembapan.  Ini artinya menjalankan pengering pakaian lebih sebentar. Menggunakan lebih sedikit air. Lebih sedikit energi. 

Makanan siap saji yang hanya perlu dipanaskan dengan microwave – tidak selamanya buruk! Oven microwave menggunakan hanya separuh dari energi yang digunakan oleh microwave versi lama. Jadi jangan merasa tidak enak kalau lain kali Anda hanya perlu memasak makan malam selama 5 menit. Rasanya seperti Anda bertanggung jawab.

Vacuum kulkas Anda? Saya akui, kedengarannya tidak masuk akal. Tapi ketika kotoran dan debu menumpuk di kumparan kulkas Anda, kulkas akan bekerja dua kali lebih keras untuk menjaga agar makanan tetap dingin.  

Apabila Anda tidak menyeduh kopi, main video game, atau menonton TV untuk sementara waktu – cabut stop kontak peralatan-peralatan itu!  Yang mengherankan, banyak  alat-alat elektronik tetap memakan energi  sekalipun dalam keadaan mati.

Anda punya loteng?  Ruang bawah tanah?  Bahkan, ruang kecil? Periksa insulasi secara teratur untuk memastikan kalau insulasinya tetap kering.  Ketika kelembapan merembes, bakalan mempengaruhi efektivitas insulasi.  Udara dingin keluar selama musim panas dan masuk selama musim dingin, membuatnya sulit untuk tetap hangat atau dingin (tergantung musim).

Baiklah, Anda sudah punya semua tipnya. 10 langkah mudah untuk menghemat biaya dan konsumsi energi. Dan ingat, ketika berbicara tentang pemanasan global – kita berada di pihak yang sama.  Jadi, luangkan waktu dan pastikan Anda juga pengguna energi yang efisien sesegera mungkin. Bagikan dengan teman Anda. Buatlah perbedaan.

Seperti yang pernah Gandhi ucapkan, “Apabila kita bisa mengubah diri kita sendiri, dunia pun akan cenderung berubah.  Manusia mengubah lingkungannya sendiri, karena itulah sikap dunia terhadap manusia pun akan berubah.  Kita tidak perlu menunggu apa yang orang lain lakukan.”

Diterjemahkan dari Bahasa Inggris, artikel asli di publikasikan tanggal di 28 Juli http://annie65j.blogspot.com/2013/07/cut-costs-and-energy-consumption-in-10.html

konsumsi energi, research council nrglab, research council, proyek nrglab, pemanasan global, NRGLab推出的SH-box, nrglab, nrglab pte ltd, nrglab singapore, nrglab сингапур ]

Sunday, July 21, 2013

Masih Percayakah Kita kepada Pemerintah?

Boleh dibilang hampir setiap malam, siaran berita selalu dibanjiri dengan berita utama yang berkaitan dengan perilaku pemerintahan yang tidak pada tempatnya.  Coba saja, pilih sebuah negara - negara mana pun.

Amerika Serikat, "tanah kebebasan" itu, diam-diam memata-matai warga negaranya sendiri. Mendengarkan percakapan telepon pribadi mereka.  Membaca surel mereka. Dan semua itu 100% legal! (tapi secara konstitusi atau moral - pastinya bertentangan)


Di Turki, polisi terpaksa menembakkan meriam air bertekanan tinggi ke kerumunan massa kerusuhan yang berjumlah sekitar  15.000 orang loyalis Partai AK. Bayangkan berapa banyak orang yang bakal bersorak dan melambaikan bendera Turki di TPS ketika mereka mengadakan pilkada di bulan Maret mendatang.

Korea Utara menuntut pembubaran intervensi PBB di Korea Selatan. Dengan menuduh  bahwa AS menggunakan wilayah Korea Selatan sebagai persiapan strategis untuk perang melawan Korea Utara, Duta Besar Sin Son Ho memperingatkan bahwa perang bisa berkobar "setiap saat."  Dan yang dimaksud bukan Perang Korea lainnya. Kita bicara Perang Dunia III. Bencana nuklir. Seperti yang kita tahu bakal menjadi akhir kehidupan.

Para pemimpin negara-negara asing tidak dapat bertatap muka secara langsung lagi, karena takut dimata-matai oleh pesawat pengintai tak berawak rahasia yang seharusnya menjadi sekutu mereka. Apa yang dilakukan oleh pesawat pengintai tak berawak itu? Tentu saja memata-matai Anda. Bahkan Presiden Barack Obama, seorang liberal, telah menggunakan serangan pesawat pengintai tak berawak untuk menciduk tersangka teroris. Tanpa pengadilan. Tanpa perlu membacakan hak-hak orang yang diciduk tersebut. Parahnya lagi - warga sipil tak berdosa terperangkap di tengah.
Apakah Anda bersedia untuk menerima atau tidak, gagasan tentang "privasi" di era berbasis teknologi ini semakin berkembang dengan cepat. Bagaimana cara terbaik bagi pemerintah untuk menyerang dan menangkap seorang pembunuh? Bagaimana Anda menimbang antara hak-hak individu versus demi kebaikan bersama? Ini adalah beberapa pertanyaan yang sangat sulit, dan keputusan yang diambil bakal tidak mudah pula. Tapi apakah Anda memberikan kepercayaan kepada para pemimpin politik untuk membuat keputusan itu bagi Anda?

Itulah mengapa kami di NRGLab berusaha memberikan kebebasan kepada orang lain. Dengan membuat akses listrik yang universal dan terjangkau,  Anda membuat akses ke informasi yang universal. Ini akan menciptakan pemilih yang mendapat informasi dengan baik. Warga negara yang bertanggung jawab, dapat membatasi kebiasaan konsumsi mereka sendiri dengan generator bebas karbon seperti SH-Box ini. Mereka bisa belajar teknik daur ulang yang lebih baik. Dan yang terpenting, mereka dapat berbagi dengan dunia apa yang telah mereka pelajari. Dan melalui jaringan informasi ini, satu orang bisa membuat sejarah.

Jadi jangan pernah menyerah! Jika Anda berpikir bahwa mematikan satu lampu untuk menghemat sedikit watt itu tidak artinya - pikir lagi! Memimpin dengan memberi contoh. Membantu memastikan lebih baik, masa depan yang lebih hijau bagi kita semua.


Diterjemahkan dari Bahasa Inggris. Artikel asli diterbitkan pada 26 Juni 2013 di http://annie65j.blogspot.sg/2013/06/do-you-still-trust-government.html

[ pemanasan global, proyek nrglab, research council, research council nrglab, ana shell, energy project, nrglab, nrglab pte ltd, nrglab сингапур, nrglab singapore ]

Wednesday, July 10, 2013

All in for change

Those who play it safe don’t make history. Those who put it all on the line, who risk everything for an idea that defies convention – they’re the ones who do. They mold the world to fit their vision for it. They constantly ask: “Why? How come? What if…” These are the type of people who fight for what the world tells them is wrong because deep down, they know it’s what the world needs.


People like Martin Cooper. In the 1970s, the former executive of Motorola pushed the company to develop a hand-held mobile phone. At the time, Bell Labs had a monopoly on the market with their car devices, and this was the mobile extent of the telephone, most thought. They would always need bulky batteries. They would always need chords. The car, therefore, seemed like the perfect fit for a phone. Besides – whoever thought they’d be able to order a pizza while on the way to pick it up? No one! So hooray for the car phone!

But Martin Cooper saw a different world. A better one. He saw a world where everyone had a phone in his or her pocket. Where you could talk while you walked. So, Cooper decided to take a gamble. He invested Motorola’s future in developing the cell phone, even though most said he was crazy, and that it couldn’t be done. (He was, at the time, trying to condense 30 lbs. of equipment into a 2 lb. device – no simple task).

However, on April 3rd, 1973, Cooper took a stroll through Manhattan and dialed up his rival CEO at Bell Labs. The conversation was brief, but it marked the beginning of the cellular revolution. Less than half a century later, we’ve taken Cooper’s phone and figured out ways to add a camera. A calendar. A music player. A video game system. We live in an era of limitless connectivity. Of breaking news. Tweets, and tags.  And it all started with one man who was willing to risk everything on a vision for what was possible.


Well, we don’t just have one man, or woman, working with us on NRGLab’s Research Council. We have a team with a dream, and that dream includes clean- energy independence, affordable electricity bills, and socio-economic stability. We intend to be the chapter that ensures human history continues well into the future. And we’re willing to risk it all that we’re right.  

by Alex K
  • sg.linkedin.com/pub/alex-k/67/5bb/60/

[ nrglab, nrglab pte ltd, nrglab singapore, nrglab сингапур, ana shell, annie j, Matin Cooper, Bell Labs, research council, research council nrglab ]

Wednesday, June 12, 2013

How one idea can change the world

As history has proven time and time again, one idea can change the world. Guttenberg’s printing press transformed the way people exchanged information. The steam engine inspired the Industrial Revolution. Manufacturing. Mass transportation. Manifest destiny. Did orators and others see these innovations coming? Were they prepared for such dramatic cultural changes?

            Yes, the Earth changes gradually – but culture changes in the blink of an eye. All it takes is that big idea. A special invention. The SH-box by NRGLab is exactly that. A generator built with custom crystal technology, the SH-box produces zero-emission, cost-efficient electricity. And by designing the SH-box to be integrated with any existed energy grid, NRGLab is prepared to make an immediate impact.


              The Internet is arguably the last great invention to change the world. This was followed shortly by the “dot com bubble.” Now, a majority of retail shopping is done online. Bills are paid online. In fact, the American post-office has been forced to undergo a major overhaul in order to stay afloat in an increasingly paper-less world. Facebook. YouTube. Twitter. These things could not exist without the Internet, and just think how they’ve played a role in our society. Twitter has usurped a tyrant in Egypt. YouTube has exonerated the wrongly accused. Twitter has rendered the television nightly news obsolete.

            Now imagine a world where those monthly energy bills you’re paying online are a third of what they currently are. And in that same world, imagine reading news on your Twitter feed about the end of the energy crisis. No more crazy fluctuations in gas prices. Global warming slowed for the first time since before the Industrial Revolution. Even the third-world is thriving with access to affordable energy. The Earth finally seems to be coming together – not crumbling.

            This world isn’t far off. In fact, it may already be here. Be one of the first to invest in an SH-box, and join in the green-energy revolution. Visit nrglab.asia for more information. 

By Vladimir Semenov sg.linkedin.com/pub/vladimir-semenov/67/5b9/140/


 [ nrglab pte ltd, nrglab, nrglab singapore, nrglab сингапур, ana shell, research council, sh-box, anastasia samoylova nrglab, research council nrglab ]

Sunday, June 9, 2013

Perjanjian antara AS & Cina yang Mungkin Mencetak Kemenangan Bersejarah tentang pemanasan global

Beberapa minggu yang lalu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry bertemu dengan para pejabat Cina di Beijing untuk membahas masalah meningkatnya ketegangan antara AS dan Korea Utara. Meskipun progres di bidang ini telah dibuat, namun sebuah kejutan yang menjadi sejarah besar adalah adanya  kesepakatan bilateral mengenai perubahan iklim.  

Sebuah hubungan jangka panjang antar kedua negara adidaya akan membantu memastikan stabilitas ekonomi dan kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang. AS dan Cina bertanggung jawab atas 45% dari seluruh emisi gas rumah kaca. Emisi gas rumah kaca disebut-sebut memiliki beberapa implikasi terhadap lingkungan seperti mencairnya puncak es, pengasaman air laut (adalah menurunnya pH air laut akibat emisi karbon dioksida) dan badai super sebagai pembenaran untuk resolusi bersama ini.


Pertemuan Kerry menandai preseden bersejarah. Pemanasan global akhirnya bergeser dari sekadar  sikap politik atau menentangnya, menjadi  kenyataan. Perjanjian ini membuka saluran komunikasi dan kerja sama internasional dengan dibentuknya Kelompok Kerja Perubahan Iklim. Mudah-mudahan, hal ini akan menginspirasi PBB agar menjadi agresif dengan perubahan iklim dan mengadopsi sikap kerja sama serupa.

Dialog Strategis dan Ekonomi seperti ini telah membantu menyatukan kedua pemerintahan selama enam tahun terakhir. Bagaimanapun, dahulu diskusi-diskusi hanya berpusat pada proposal perdagangan dan fluktuasi pasar. Pembentukan Kelompok Kerja Perubahan Iklim memaksa AS dan Cina, para politisi, dan juga para eksekutif perusahaan serupa yang serakah, berhutang budi kepada kontributor kampanye untuk menghadapi tantangan-tantangan sulit masa depan tempat kita semua bergantung.
                      
Ketika berhadapan dengan pemerintahan berbeda dalam suasana demokratis, atau bahkan dengan perwakilan-perwakilan pemerintah dalam demokrasi nasional, masalah sebenarnya lebih cenderung terjebak dalam omong kosong birokrasi belaka. Dan karena isu perubahan iklim sangat nyata, dan juga melibatkan berbagai masalah lain seperti keamanan nasional, perdagangan luar negeri, dan energi terbarukan,  maka biasanya sangat sulit meloloskan UU yang berkaitan dengan perubahan iklim ini.

Mungkin yang paling penting, perjanjian antara AS dan Cina akan menargetkan perbedaan pemahaman filosofis tertentu atas perubahan iklim antara kedua pemerintahan. Menyelesaikan perbedaan ini sekarang, juga mempersiapkan PBB dan badan-badan lainnya, apabila mereka kelak memutuskan untuk mengikuti dan mulai bekerja pada strategi unilateral.

Sudah waktunya untuk mengakhiri perdebatan. Kita perlu berkumpul  bersama-sama dan menerima tanggung jawab atas kerusakan yang telah kita lakukan pada planet ini. Perusahaan seperti NRGLab sudah mulai mengumpulkan satu tim para insinyur dan ilmuwan hebat dengan visi masa depan yang sama. Visi tersebut termasuk listrik bersih. Sebuah infrastruktur energi yang sepenuhnya diubah. Level karbon yang dapat dikelola.

Visi tersebut termasuk SH-Box.

Kunjungi nrglab.asia untuk informasi selengkapnya tentang generator SH-Box dan mendapatkan informasi lelang-lelang terbaru yang diselenggarakan oleh NRGLab.

Diterjemahkan dari Bahasa Inggris. Artikel asli diterbitkan pada 26 Mei 2013 http://annie65j.blogspot.sg/2013/05/possible-agreement-between-us-china.html

[ pemanasan global, Cina, proyek nrglab, research council, nrglab singapore, nrglab сингапур, nrglab pte ltd, listrik murah, nrglab, listrik indonesia, ana shell ]

Wednesday, June 5, 2013

Investasi Cerdas dan Berani untuk Merombak Energi di Dunia Ketiga

Industri energi telah berkembang dengan pesatnya dalam beberapa tahun terakhir ini. Sekalipun pada awalnya hanya beberapa inovator yang merasa perlu untuk berpikir "dari sudut pandang lain" dan mengembangkan sumber energi baru. Dan kita lihat sendiri saat ini, energi ramah lingkungan telah menjadi tumpuan perhatian para pebisnis besar, sehingga mereka berusaha menyudutkan pasar berkembang.



Kebanyakan pengamat keuangan setuju bahwa alternatif hemat biaya bagi infrastruktur energi yang ketinggalan zaman akan menghasilkan kebutuhan energi yang diregionalisasi dan didemokratisasi. Pertanyaannya adalah: perusahaan mana yang akan menjadi pelopor dalam melakukan terobosan besar ini?

NRGLab menciptakan SH-box dalam persiapan untuk transisi yang akan datang ini. Didukung oleh teknologi poli-kristal, SH-box menghasilkan listrik dari panas bumi dengan harga terjangkau, hanya $ 0,03 per kW, dan sama sekali tidak meninggalkan sisa karbon di planet ini!

Saat ini, lebih dari 1,5 miliar orang masih tidak memiliki akses berkesinambungan terhadap listrik. Negara-negara berkembang sedang berjuang untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara maju. Meskipun kenaikan penjualan kendaraan Hibrid dan tekanan kepada para pembuat kebijakan untuk memasukkan undang-undang perubahan iklim yang agresif, pasar ini belum mencapai negara-negara miskin seperti di Afrika sub-Sahara. Bahkan di Asia Timur, hampir 1,1 miliar orang masih bergantung pada bahan bakar padat, seperti batubara atau biomassa untuk memenuhi kebutuhan memasak mereka. 74% dari orang yang tinggal di negara-negara Afrika sub-Sahara tidak memiliki akses listrik, dibandingkan dengan dunia Barat yang hanya 28%. Akses ke bahan bakar fosil juga terbatas. 91% tidak memiliki infrastruktur yang memadai untuk memasok penduduknya dengan gas dan minyak yang cukup untuk angkutan massal.

Investor swasta dan organisasi amal telah membantu negara-negara yang masih berjuang hingga kini, namun peluang bagi individu untuk berinvestasi menyusut dengan cepat. Kurangnya lembaga yang mampu memenuhi kebutuhan modal dasar, ditambah dengan kurangnya minat investasi di pasar yang masih belum jelas, telah membuat penyerapan energi ke dunia ketiga jauh lebih sulit.

Tapi ini tidak menjadi masalah sama sekali. NRGLab telah mampu menghadapi tantangan ini. Orang lupa bahwa bidang yang inovatif, seperti keuangan mikro, yang sekarang diperkirakan bernilai $ 40 miliar, awalnya diperlukan $ 20 miliar subsidi untuk membantu pengembangan pinjaman bertahap yang akhirnya menjadi peluang investasi yang layak, dan membuat investor yang mengerti terlihat seperti peramal. (Tanpa perlu menyebutkan bahwa investasi ini telah menjadikan mereka jutawan). Sama halnya, dalam rangka merombak infrastruktur energi kita dan mengubah listrik menjadi komoditas global yang dapat diakses, hanya sedikit investor yang berani untuk maju dan bergabung dengan NRGLab.

Kunjungi nrglab.asia untuk mempelajari lebih lanjut tentang SH-box  dan bagaimana kami mencoba untuk memberdayakan dunia dengan energi bersih yang handal.

Diterjemahkan dari Bahasa Inggris. Artikel asli diterbitkan pada 25 April 2013 di http://annie65j.blogspot.sg/2013/04/smart-bold-investing-to-revolutionize.html

[ ana shell, proyek nrglab, research council, research council nrglab, listrik murah, nrglab, nrglab pte ltd, nrglab singapore, nrglab сингапур  ]

Wednesday, May 22, 2013

Investasi Cerdas dan Berani untuk Merombak Energi di Dunia Ketiga


Industri energi telah berkembang dengan pesatnya dalam beberapa tahun terakhir ini. Sekalipun pada awalnya hanya beberapa inovator yang merasa perlu untuk berpikir "dari sudut pandang lain" dan mengembangkan sumber energi baru. Dan kita lihat sendiri saat ini, energi ramah lingkungan telah menjadi tumpuan perhatian para pebisnis besar, sehingga mereka berusaha menyudutkan pasar berkembang.

Kebanyakan pengamat keuangan setuju bahwa alternatif hemat biaya bagi infrastruktur energi yang ketinggalan zaman akan menghasilkan kebutuhan energi yang diregionalisasi dan didemokratisasi. Pertanyaannya adalah: perusahaan mana yang akan menjadi pelopor dalam melakukan terobosan besar ini?

NRGLab menciptakan SH-box dalam persiapan untuk transisi yang akan datang ini. Didukung oleh teknologi poli-kristal, SH-box menghasilkan listrik dari panas bumi dengan harga terjangkau, hanya $ 0,03 per kW, dan sama sekali tidak meninggalkan sisa karbon di planet ini!



Saat ini, lebih dari 1,5 miliar orang masih tidak memiliki akses berkesinambungan terhadap listrik. Negara-negara berkembang sedang berjuang untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara maju. Meskipun kenaikan penjualan kendaraan Hibrid dan tekanan kepada para pembuat kebijakan untuk memasukkan undang-undang perubahan iklim yang agresif, pasar ini belum mencapai negara-negara miskin seperti di Afrika sub-Sahara. Bahkan di Asia Timur, hampir 1,1 miliar orang masih bergantung pada bahan bakar padat, seperti batubara atau biomassa untuk memenuhi kebutuhan memasak mereka. 74% dari orang yang tinggal di negara-negara Afrika sub-Sahara tidak memiliki akses listrik, dibandingkan dengan dunia Barat yang hanya 28%. Akses ke bahan bakar fosil juga terbatas. 91% tidak memiliki infrastruktur yang memadai untuk memasok penduduknya dengan gas dan minyak yang cukup untuk angkutan massal.

Investor swasta dan organisasi amal telah membantu negara-negara yang masih berjuang hingga kini, namun peluang bagi individu untuk berinvestasi menyusut dengan cepat. Kurangnya lembaga yang mampu memenuhi kebutuhan modal dasar, ditambah dengan kurangnya minat investasi di pasar yang masih belum jelas, telah membuat penyerapan energi ke dunia ketiga jauh lebih sulit.

Tapi ini tidak menjadi masalah sama sekali. NRGLab telah mampu menghadapi tantangan ini. Orang lupa bahwa bidang yang inovatif, seperti keuangan mikro, yang sekarang diperkirakan bernilai $ 40 miliar, awalnya diperlukan $ 20 miliar subsidi untuk membantu pengembangan pinjaman bertahap yang akhirnya menjadi peluang investasi yang layak, dan membuat investor yang mengerti terlihat seperti peramal. (Tanpa perlu menyebutkan bahwa investasi ini telah menjadikan mereka jutawan). Sama halnya, dalam rangka merombak infrastruktur energi kita dan mengubah listrik menjadi komoditas global yang dapat diakses, hanya sedikit investor yang berani untuk maju dan bergabung dengan NRGLab.

Kunjungi nrglab.asia untuk mempelajari lebih lanjut tentang SH-box  dan bagaimana kami mencoba untuk memberdayakan dunia dengan energi bersih yang handal.

Diterjemahkan dari Bahasa Inggris. Artikel asli diterbitkan pada 24 April 2013 dihttp://annie65j.blogspot.sg/2013/04/smart-bold-investing-to-revolutionize.html

[ listrik indonesia, listrik murah, nrglab pte ltd, nrglab singapore, nrglab, nrglab сингапур, proyek nrglab, research council, ana shell ] 

Thursday, May 16, 2013

NRGLab dan pemanasan global


Pemanasan global masih menjadi isu panas, meskipun data-data sangat mendukung keberadaannya. Para ilmuwan muncul dari berbagai penjuru urun pendapat dan untuk mengambil posisi dalam masalah ini. Entah setuju bahwa gas rumah kaca hasil industri telah menyebabkan kerusakan yang cepat dari ozon dan pemanasan planet kita. Atau, tidak setuju bahwa planet kita, selama jutaan tahun, menjalani serangkaian masa transisi dari zaman es hingga musim panas yang menyengat, dan pemanasan global hanya salah satu dari wajah alam semata.


The Economist, sebuah koran yang berfokus pada isu-isu politik internasional dan berita bisnis, sekali lagi telah menimbulkan perdebatan dengan menerbitkan sebuah artikel baru-baru ini yang mengutip bahwa suhu permukaan bumi selama dua dekade terakhir tetap konstan, sekalipun emisi karbon terus meningkat di luar kendali. Para penganut teori konspirasi maupun yang ragu merayakan artikel tersebut sebagai kemenangan besar dalam perang melawan ilmu.

Ilmuwan seperti Guemas Virginie dari Catalan Institute of Climate Sciences di Barcelona dengan cepat telah menawarkan sanggahan artikel The Economist. Akhir pekan lalu, Guemas menyampaikan pendapat bahwa laut  telah menyembunyikan beberapa aspek pemanasan global, pada kenyataannya kurang lebih sepertiganya malah. 30% pemanasan telah diserap oleh bagian terdalam dan tergelap dari lautan kita. (Analoginya seperti mengenakan pakaian berwarna gelap di hari yang panas). Planet ini masih terasa hangat. Lautan hanya menawarkan ilusi sementara bahwa suhu  bumi tetap konstan. Pada tahun 2020, Guemas percaya suhu permukaan bumi akan menaik, kemudian kekacauan akan benar-benar akan dirasakan. Badai menjadi lebih ganas. Gelombang tsunami akan lebih tinggi. Kekeringan. Kelaparan. Daftar skenario kiamat berlangsung terus dan terus...

Artikel The Economist memusatkan pada "sensitivitas iklim," atau variasi suhu udara dalam kaitannya dengan perubahan radioactive forcing (RF), dan respon dari ekosistem kita atas perubahan ini. Artikel ini menolak keyakinan populer bahwa gas rumah kaca meningkat dua kali lipat sejak Revolusi Industri di abad ke-18 silam. Kebanyakan ilmuwan setuju bahwa tingkat karbon dioksida telah menghancurkan atmosfer; sekalipun besarnya bencana itu dibandingkan dengan periode perubahan iklim alami di planet masih perlu pembuktian lebih lanjut.

Perdebatan merebak. Para politisi, bagaimanapun, tampaknya telah sepakat bahwa memompa CO2 ke udara yang kita hirup adalah hal yang buruk. Tiga tahun lalu, pemerintah di seluruh dunia bersatu mengatasi perubahan iklim dengan serius. Mereka sepakat untuk bekerja menurunkan laju pemanasan global dengan 2 derajat Celsius pada tahun 2015. Namun, andai pun tujuan ini tercapai, kerusakan yang kita lakukan di planet ini mungkin tidak dapat diperbaiki. Seluruh selubung es telah  mencair. Badai super telah menerjang garis pantai kita, membuat para pembayar pajak MILIARAN lega.

2 derajat mungkin tidak cukup. Jadi apa yang akan terjadi? Para ilmuwan terus bekerja mencari jawaban. Sementara itu, para ilmuwan di NRGLab sedang mengembangkan sebuah solusi pragmatis untuk pemanasan global. SH-Box, misalnya, memiliki potensi untuk menjauhkan masyarakat dari penggunaan bahan bakar fosil yang secara drastis mengurangi jumlah karbon dioksida di atmosfer,  dengan demikian juga akan mengurangi laju pemanasan bumi. Dengan memanfaatkan tenaga panas bumi dari kristal, SH-box tidak hanya bersih, tapi juga terbarukan.

Jadi lupakan saja 2 derajat itu! Lupakan semua perdebatan tentang pemanasan global! Faktanya - pasokan minyak jumlahnya terbatas. Ada begitu banyak minyak di bawah kaki kita. Setelah sumur telah habis disadap dan Bumi mengering, di mana kita akan berada? Akankah masyarakat berkurang hingga menjadi seperti sebuah film besar Hollywood - diperintah oleh geng yang selamat setelah kiamat?

Tentu tidak jika NRGLab memiliki sesuatu untuk dikatakan! Untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana kami berencana untuk membenahi infrastruktur energi usang, kunjungilah nrglab.asia.com dan bergabung dengan kami dalam menyelamatkan planet ini.


Diterjemahkan dari Bahasa Inggris. Artikel asli diterbitkan pada 17 April 2013 di http://annie65j.blogspot.sg/2013/04/nrglab-and-global-warming.html

[ listrik murah, listrik indonesia, research council, nrglab сингапур, nrglab singapore, nrglab pte ltd, nrglab, sh-box, ana shell ]

Monday, May 13, 2013

NRGLab与全球变暖


全球变暖仍然是一个热点问题,即使各种数据严重偏向于它的真实存在。科学家们看起来似乎要让每个角落都浮出水面,以便就此问题表明立场。要么是——后工业时代的温室气体迅速破坏了臭氧层,并导致了全球变暖。要么是——我们的星球在数百万年间的进化中,已历经了系列转换期,从冰期到极高温,而全球变暖不过是自然的另一张面孔。


专注于国际政治和商业新闻的报纸《经济学人》,最近发表了一篇文章,再次搅动了这场辩论会。文章援引说明最近二十年间,地球表面温度保持平稳,尽管碳排放失控。阴谋论者和怀疑论者都把这篇文章当作是一场重大的胜利,庆祝他们在与常识性科学对抗的战争中获胜。但是,等等——没这么快。

科学家们,如巴塞罗纳加泰罗尼亚气候科学研究所的Virginie Guemas,很快就提出了证据,反驳《经济学人》的这篇文章。在刚过去的这个周末,Guemas指责海洋掩饰了全球变暖的一些方面。大约三分之一,事实上,全球变暖的30%被最深最黑暗的海洋深处所吸收。(就像在热天穿了一件黑色的衣服)我们的星球仍在持续变暖。海洋只不过让我们暂时出现了幻觉,让我们认为气温是保持平稳的。Guemas 相信在2020年前,热量还会上升,到那时,我们才能切身感受到自然的愤怒。更多的恶性飓风。更高的海啸。干旱。饥荒。末日景象的列表还会不断加长……

《经济学人》发表的这篇文章以 “气候敏感性”为中心,或者说是辐射强迫(RF)的改变对空气温度变化的影响,以及我们的生态系统对这一改变的响应。文章漠视了一个普遍观点,即,自18世纪工业革命以来,温室气体已经增加了一倍以上。多数科学家赞同二氧化碳含量已经对大气层造成了破坏;但是与地球各时期自然发生的气候变化相比,这种破坏的范围还有待证明。


辩论如火如荼地进行着。然而,政客们似乎达成了共识,认为向我们呼吸的空气中排放二氧化碳不是一件好事。三年前,世界各国政府联合起来,严肃应对气候变化的问题。他们同意在2015年前,努力实现将全球变暖的速度降低2摄氏度。然而,即便能达成这个目标,我们对这个星球造成的伤害可能也是无法修复的。冰雪都已融化。超级风暴在海岸线地带肆虐,救灾工作耗费了纳税人缴纳的数十亿资金。

2度可能根本不够。那么,多少才足够呢?科学家们努力想找到一个答案。在此期间,NRGLab的科学家们针对全球变暖,正在开发一种务实的解决方案。举例来说,SH-box(多晶体发电机)就有此潜能,让社会不再依靠化石燃料,从而大大减少大气中二氧化碳的含量,降低全球变暖的速度。利用晶体的地热能,SH-box(多晶体发电机)不但可以产生清洁能源,还可再生。

因此,忘了2度吧!把因全球变暖引起的辩论全都抛在脑后!事实一直存在——石油的储量是有限的。就在我们的脚下,就那么多。不断地挖掘油井,一旦地球贡献出了最后一滴石油,我们将变成什么样?社会是否会浓缩成一部好莱坞大片——由世界末日的幸存者统治?
NRGLab不会对此坐视不理!如需了解更多关于我们如何计划,对过时的能源基础设施进行的改造,请登录nrglab.asia.com,加入我们,拯救地球。


从英文版翻译而来。原文于2013417日发表在http://annie65j.blogspot.sg/2013/04/nrglab-and-global-warming.html

[ 新技术, NRGLab 项目, 全球变暖, nrglab singapore, nrglab сингапур, research council, nrglab pte ltd, nrglab, ana shell, sh-box ]

Monday, May 6, 2013

团结一心 & NRGLab


我的一生都在世界各地旅行,探索异国文化,了解新的宗教信仰,拜见形形色色色的人。虽然我们信仰不同的神,说着各自的语言,但我发现人类享有一个共同的愿望,那就是给后代留下一个比我们已得到的更好的世界。我们深爱着我们的孩子,热衷于为子孙后代考虑。我们真心希望他们都能成功,为此,我们希望给他们提供每一个潜在的机会,尽可能地为他们创造最光明的未来。

事实上,到目前为此,我们并没有实施这项伟大的工作。因为大量的碳排放,全球气温已达到了历史新高,冰川融化率也在不断增加。我们也许不能给我们的孩子们创造一个光明的未来,但可以肯定的是,我们将为他们留下一个“温暖”的世界。



是时候抛开分歧不分党派,不论种族或社会地位了。我们应该团结起来,着眼于共同的愿望,立刻行动,为弥补我们对地球造成的伤害而努力。认为我们无法实现这个愿望认为人类过于固步自封?

再想想吧NRGLab公司及类似企业已投身到了开发低成本的清洁能源的伟大事业中。通过改造过于陈旧的现有基础设施,让人们从极为昂贵的大型能源公司的束缚中解脱出来,我们就能减少碳排放,减缓全球变暖的速度直至让它停止。如此一来,我们就能清理我们造成的这个烂摊子!

这就是我联手NRGLab组建研究委员会的原因——这是一个囊括了当今时代最具前瞻性思维头脑的联盟涉及领域从科学到机械工程极为广泛。我,以及研究委员会的同仁,希望能有所作为,创造一个更开明、更注重协作的未来。那样,也许我们的宗教分歧也不会这么明显,也许政治和战争不会再分裂国家。

宇宙能源时代在召唤我们。NRGLab公司推出的SH-box多晶体发电机能利用热量进行无碳发电。通过为世界提供可靠的电力保障,我们希望启蒙时代和未知的科技发展能随之而来。因为我们相信只要给人以适当的工具他们就能成就伟大的事业。SH-box多晶体发电机恰好就是改善气候危机的最佳工具。谁知道它将把我们带向哪里呢?有各种各样的可能性,甚至超乎我们的想象。

所以,在我四处旅行领略到世界的浩瀚无边之后,我想尽自己的一份力量,确保我的孩子、他们的孩子,以及他们的孩子的孩子,和我享有同样的机会看到波光粼粼的蓝色大海、白雪皑皑的群山 还有地球居民那独一无二的美丽面孔。


从英文版翻译而来。原文于2013326日发表在 http://annie65j.blogspot.sg/2013/03/solidarity-nrglab.html

[ 新技术, NRGLab 项目, research council, nrglab, nrglab pte ltd, ana shell, nrglab singapore, nrglab сингапур ]