Showing posts with label listrik indonesia. Show all posts
Showing posts with label listrik indonesia. Show all posts

Sunday, November 17, 2013

Perdana menteri Pakistan terpilih terima warisan hutang energi $ 5 miliar

Kini, ketika akhirnya PEMILU di Pakistan usai, Perdana Menteri terpilih, Nawaz Sharif, dapat memulai aksinya untuk mengatasi situasi energi suram yang melanda bangsanya. Bertepatan dengan datangnya musim panas, suhu di negara ini naik mencapai 500C atau 1220F. Ini menyangkut soal panas terik! Akibatnya warga menaikkan daya AC mereka, membuat pemadaman listrik di mana-mana, dan menambah besar warisan utang negara.


Pemadaman listrik telah menyulut protes di seluruh Pakistan. Bahkan di beberapa wilayah pemadaman terjadi selama 18 jam dalam sehari! Pada musim panas lalu, ketika permintaan listrik sedang meninggi, defisit listrik negara mencapai 6.000 megawatt. Sungguh bukan suatu hal yang mudah untuk diatasi  seorang Perdana Menteri baru.

Menurut Zafar Iqbal Sobani, mantan CEO Hub Power, pemasok listrik terbesar kedua di Pakistan, “Partai Liga Muslimnya PM Sharif memenangkan PEMILU karena pemerintah sebelumnya gagal di sektor energi.”

Pembangkit listrik Pakistan mampu memproduksi hampir 14.500 megawatt per hari, yang seharusnya dapat memenuhi permintaan dalam negeri, jika saja mereka mampu menanggung biaya minyak dan gas asing yang perlu dibakar.

Bahkan ketika listrik menyalapun, perusahaan seperti Hub Power harus berjuang menagih utang kepada para konsumennya.

Pemadaman bergilir telah merugikan perekonomian Pakistan sebesar $210 miliar, memotong dua persen dari angka pertumbuhan setiap tahun fiskalnya. Yang paling menderita adalah industri tekstil yang menyumbang 54% dari keseluruhan ekspor negara ini dan mempekerjakan 38% tenaga kerja “kerah biru”. Sebagaimana yang dikutip, Nawaz Sharif mengatakan kepada para pendukungnya bahwa krisis energi “telah membuat masyarakat menderita.”

Bayangkan, seandainya pabrik-pabrik tekstil Pakistan dapat beroperasi dengan listrik bersih,   berbiaya murah, tanpa perlu mengandalkan pasokan energi dari pihak ketiga. NRGLab mempunyai jawabannya dan hasilnya adalah SH-Box.

Pelajari selengkapnya dengan mengunjungi www.nrglab.asia.


Diterjemahkan dari Bahasa Inggris, artikel asli di publikasikan tanggal di 11 November: http://annie65j.blogspot.ru/2013/06/pakistans-newly-elected-prime-minister.html

[ Perdana menteri Pakistan, hutang energi, Nawaz Sharif, Hub Power, Zafar Iqbal Sobani, listrik indonesia, listrik indonesia, energi, energi NRGLab, nrglab ]

Wednesday, September 11, 2013

Menjadi sukarelawan dapat memperpanjang hidup Anda dan planet ini!

Ada orang menjadi sukarelawan karena mereka memiliki hati mulia. Sementara yang lain menjadi relawan untuk terlihat baik di mata orang lain. Dan ada juga yang terpaksa untuk bekerja karena perintah pengadilan. Namun, menurut sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Jurnal  kesehatan publik BMC , menjadi seorang sukarelawan benar-benar dapat membuat Anda panjang umur!


Para peneliti di Universitas Exeter mengkaji puluhan makalah akademik dan menemukan bahwa subjek yang menjadi relawan di waktu luang mereka, mempunyai kemungkinan untuk meninggal dalam 4-7 tahun ke depan seperlima lebih kecil daripada rata-rata orang lainnya. Mereka menilai bahwa perasaan depresi mereka juga  tergolong rendah, dan mengklaim bahwa mereka lebih menikmati hidup secara keseluruhan.

Jadi, periksalah koran lokal Anda. Kerjakan PR Anda. Lihat apakah ada organisasi yang bisa Anda ikuti. Lebih baik lagi - jika Anda tidak menemukan sebuah organisasi yang sesuai dengan gaya Anda, buatlah sendiri! Keluarlah dan buat perbedaan.

Menjadi sukarelawan bukan berarti melakukan kunjungan ke rumah sakit saja. Anda bisa berada di luar ruangan, menikmati udara segar dan sinar matahari sambil memungut sampah misalnya. Atau, mulailah dengan membuat kompos. Membuat kebun masyarakat. Membuat taman Anda sendiri. Anda tidak memiliki halaman? Cobalah tanam sendiri tomat di sebuah pot dan taruh di ambang jendela (Anda merasakan sendiri kalau rasanya jauh lebih enak daripada  tomat yang Anda beli di toko!). Ada banyak proyek sadar lingkungan yang bisa Anda ikuti. Berhentilah  membuang-buang waktu menonton acara TV untuk keseribu kalinya. Sudah waktunya untuk berubah.

Tua, muda - tidak masalah! Menjadi sukarelawan berarti mencoba untuk membuat diri Anda menjadi orang yang lebih baik. Dan, sementara Anda mencoba membuat diri menjadi lebih baik, mengapa tidak sekalian membuat bumi ini menjadi tempat yang lebih baik juga? Menjadi sukarelawan itu baik karena membuat Anda aktif secara sosial, aktif berpikir, dan berolahraga. Bahkan dapat mengurangi tekanan darah! Penelitian BMC menunjukkan korelasi yang jelas antara siswa SMU dan kesehatan kardiovaskular yang lebih baik.

Diperkirakan bahwa 36% dari penduduk di Australia mendedikasikan setidaknya sebagian waktu luang mereka untuk menjadi sukarelawan, dibandingkan dengan 27%  di Amerika, dan 22,5% di Eropa. Dan angka-angka tersebut perlu terus meningkat!

"Review sistematis kami menunjukkan bahwa menjadi sukarelawan berkaitan dengan peningkatan kesehatan mental, tetapi dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menentukan apakah benar menjadi relawan adalah penyebabnya," kata Dr Suzanne Richards, kepala peneliti penelitian tersebut. " Masih belum jelas juga apakah faktor-faktor biologis dan budaya, dan sumber daya sosial yang sering dikaitkan dengan kesehatan yang lebih baik serta kelangsungan hidup juga terkait dengan kesediaan untuk menjadi sukarelawan."

NRGLab telah bertahun-tahun mendedikasikan diri untuk mengembangkan teknologi yang akan "memberi kembali" kepada jutaan orang di seluruh dunia. Dari generator portabel SH-Box yang bebas karbon sampai ke  Turbin-SV inovatif untuk gasifikasi, revolusi energi hijau akan mencetak kemenangan besar. ertanyaannya adalah: di pihak mana Anda akan berdiri ketika bom pertama jatuh?

Untuk menunjukkan dukungan Anda untuk esok yang lebih baik - masa depan yang lebih hijau - ikuti kami di Facebook  atau kunjungi  nrglab.asia

Diterjemahkan dari Bahasa Inggris, artikel asli di publikasikan tanggal di 1 September http://annie65j.blogspot.com/2013/09/volunteering-can-add-years-to-your-life.html


[ Menjadi sukarelawan, sukarelawan, listrik indonesia, listrik murah, nrglab, nrglab pte ltd, nrglab singapore, nrglab сингапур, sh-box, saving energy ]

Tuesday, August 6, 2013

Semua Demi Perubahan

Mereka yang memilih bermain aman tidak akan membuat sejarah.  Mereka yang berani mengambil risiko, yang mempertaruhkan segalanya untuk sebuah ide yang menentang kemapanan – merekalah yang akan menorehkan sejarah. Mereka membentuk dunia agar sesuai dengan visi yang mereka miliki. Mereka selalu bertanya: “Mengapa? Bagaimana mungkin? Bagaimana kalau…”  Ini adalah tipe orang yang berjuang untuk menentang apa yang dikatakan orang di seluruh dunia salah, karena jauh di lubuk hati, mereka menyakini bahwa itulah sebenarnya yang dibutuhkan dunia.


Orang-orang seperti Martin Cooper. Di tahun 1970-an, mantan petinggi Motorola memaksa perusahaannya untuk mengembangkan telepon bergerak yang digenggam di tangan. Saat itu, Bell Labs memonopoli pasar dengan perangkat mobil mereka, dan kebanyakan orang berpikir pengembangan telepon bergerak yang paling jauh, ya, seperti itu. Telepon mobil selalu membutuhkan baterai besar. Juga memerlukan kabel. Karena itulah, mobil kelihatannya menjadi tempat yang paling pas untuk telepon. Selain itu, siapa pula yang pernah berpikir kalau mereka bisa memesan pizza ketika dalam perjalanan untuk mengambilnya? Tak seorang pun! Jadi, “yes” untuk telepon mobil! 

Tapi Martin Cooper melihat sesuatu yang berbeda. Yang lebih baik. Dia melihat dunia di mana orang-orang mempunyai telepon di saku mereka masing-masing. Jadinya orang selalu bisa bertelepon sambil berjalan.  Cooper lalu memutuskan untuk nekad mengambil risiko. Dia menginvestasikan masa depan Motorola untuk mengembangkan telepon seluler, sekalipun bagi sebagian besar orang itu adalah ide gila, dan mustahil untuk diwujudkan. (Awalnya, dia mencoba memadatkan peralatan seberat 13.61 kg menjadi hanya perangkat seberat 0.91 kg – bukan tugas yang mudah).

Akhirnya, pada 3 April 1973, Cooper berjalan-jalan ke Manhattan dan menelepon rivalnya CEO Bell Labs. Percakapan mereka singkat saja, namun menandakan awal revolusi seluler. Kurang dari setengah abad kemudian, kita memakai teleponnya Cooper dan mencari tahu bagaimana cara menambahkan kamera. Kalender. Pemutar musik. Sistem video game. Kita hidup di era koneksi nirbatas. Era breaking news. Tweet dan tag. Semua diawali dengan seorang laki-laki yang ingin mengambil risiko demi mewujudkan visinya akan apa yang mungkin.

Well, kami tidak hanya mempunyai seorang laki-laki atau perempuan saja yang bekerja dengan kami di Dewan Riset NRGLab.  Kami memiliki tim yang mempunyai mimpi, dan mimpi itu termasuk kebebasan memiliki energi bersih, tagihan listrik murah, dan kestabilan sosio-ekonomi. Kami bertekad menjadi bab baru yang memastikan sejarah umat manusia terus berjalan baik hingga ke masa depan. Kami bersedia mengambil risiko itu semua karena kami yakin kami benar.

Oleh Alex K


Diterjemahkan dari Bahasa Inggris, artikel asli di publikasikan tanggal di 10 Juli http://annie65j.blogspot.com/2013/07/all-in-for-change.html

[ Martin Cooper, CEO Bell Labs, Manhattan, listrik indonesia, listrik murah, proyek nrglab, pemanasan global, research council nrglab, sh-box, nrglab, nrglab singapore ]

Sunday, June 9, 2013

Perjanjian antara AS & Cina yang Mungkin Mencetak Kemenangan Bersejarah tentang pemanasan global

Beberapa minggu yang lalu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry bertemu dengan para pejabat Cina di Beijing untuk membahas masalah meningkatnya ketegangan antara AS dan Korea Utara. Meskipun progres di bidang ini telah dibuat, namun sebuah kejutan yang menjadi sejarah besar adalah adanya  kesepakatan bilateral mengenai perubahan iklim.  

Sebuah hubungan jangka panjang antar kedua negara adidaya akan membantu memastikan stabilitas ekonomi dan kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang. AS dan Cina bertanggung jawab atas 45% dari seluruh emisi gas rumah kaca. Emisi gas rumah kaca disebut-sebut memiliki beberapa implikasi terhadap lingkungan seperti mencairnya puncak es, pengasaman air laut (adalah menurunnya pH air laut akibat emisi karbon dioksida) dan badai super sebagai pembenaran untuk resolusi bersama ini.


Pertemuan Kerry menandai preseden bersejarah. Pemanasan global akhirnya bergeser dari sekadar  sikap politik atau menentangnya, menjadi  kenyataan. Perjanjian ini membuka saluran komunikasi dan kerja sama internasional dengan dibentuknya Kelompok Kerja Perubahan Iklim. Mudah-mudahan, hal ini akan menginspirasi PBB agar menjadi agresif dengan perubahan iklim dan mengadopsi sikap kerja sama serupa.

Dialog Strategis dan Ekonomi seperti ini telah membantu menyatukan kedua pemerintahan selama enam tahun terakhir. Bagaimanapun, dahulu diskusi-diskusi hanya berpusat pada proposal perdagangan dan fluktuasi pasar. Pembentukan Kelompok Kerja Perubahan Iklim memaksa AS dan Cina, para politisi, dan juga para eksekutif perusahaan serupa yang serakah, berhutang budi kepada kontributor kampanye untuk menghadapi tantangan-tantangan sulit masa depan tempat kita semua bergantung.
                      
Ketika berhadapan dengan pemerintahan berbeda dalam suasana demokratis, atau bahkan dengan perwakilan-perwakilan pemerintah dalam demokrasi nasional, masalah sebenarnya lebih cenderung terjebak dalam omong kosong birokrasi belaka. Dan karena isu perubahan iklim sangat nyata, dan juga melibatkan berbagai masalah lain seperti keamanan nasional, perdagangan luar negeri, dan energi terbarukan,  maka biasanya sangat sulit meloloskan UU yang berkaitan dengan perubahan iklim ini.

Mungkin yang paling penting, perjanjian antara AS dan Cina akan menargetkan perbedaan pemahaman filosofis tertentu atas perubahan iklim antara kedua pemerintahan. Menyelesaikan perbedaan ini sekarang, juga mempersiapkan PBB dan badan-badan lainnya, apabila mereka kelak memutuskan untuk mengikuti dan mulai bekerja pada strategi unilateral.

Sudah waktunya untuk mengakhiri perdebatan. Kita perlu berkumpul  bersama-sama dan menerima tanggung jawab atas kerusakan yang telah kita lakukan pada planet ini. Perusahaan seperti NRGLab sudah mulai mengumpulkan satu tim para insinyur dan ilmuwan hebat dengan visi masa depan yang sama. Visi tersebut termasuk listrik bersih. Sebuah infrastruktur energi yang sepenuhnya diubah. Level karbon yang dapat dikelola.

Visi tersebut termasuk SH-Box.

Kunjungi nrglab.asia untuk informasi selengkapnya tentang generator SH-Box dan mendapatkan informasi lelang-lelang terbaru yang diselenggarakan oleh NRGLab.

Diterjemahkan dari Bahasa Inggris. Artikel asli diterbitkan pada 26 Mei 2013 http://annie65j.blogspot.sg/2013/05/possible-agreement-between-us-china.html

[ pemanasan global, Cina, proyek nrglab, research council, nrglab singapore, nrglab сингапур, nrglab pte ltd, listrik murah, nrglab, listrik indonesia, ana shell ]

Sunday, May 26, 2013

Possible agreement between U.S. & China could score historic victory against global warming

Several weeks ago, United States Secretary of State John Kerry met with Chinese officials in Beijing to discuss rising tensions between the U.S. and North Korea. Although progress has been made on that front, it’s a surprising bi-lateral agreement regarding climate change that could ultimately leave the biggest mark on history. 

A long-term relationship between the two superpowers would help ensure economic stability and environmental sustainability for generations to come. The U.S. and China are responsible for 45% of all greenhouse gas emissions. They’ve cited several environmental implications, such as melting ice caps, oceanic acidification, and super-storms as justification for the joint-resolution.   


Kerry’s meeting marks a historic precedent. Global warming has finally shifted from being a political stance for or against, to being a matter of fact. The agreement opens up channels of international communication and cooperation by establishing a Climate Change Working Group. Hopefully, this will inspire the United Nations to get aggressive with climate change and adopt a similar collaborative attitude.

Strategic and Economic Dialogues like this have been helping to bring governments together for the last six years. In the past, however, discussions have centered on trade proposals and market fluctuations. The creation of the Climate Change Working Group forces the U.S. and China, politicians indebted to campaign contributors and greedy corporate executives alike, to face the difficult challenges on which our future depends.

When dealing with different governments in a democratic fashion, or even representatives within a national democracy, real issues tend to get bogged down by bureaucratic nonsense. And since the very real issue of climate change encompasses a variety of other issues like national security, foreign trade, and renewable energy, it’s often difficult for legislation to get passed.

Perhaps most importantly, the agreement between the U.S. and China will target specific philosophical differences between the governments’ understandings of climate change. Resolving these differences now prepares the U.N. for down the line, should they ever decide to follow suit and begin working on a unilateral strategy.

It’s time to end the debate. We need to come together and accept responsibility for the damage we’ve done to the planet. Companies like NRGLab have already begun to assemble a team of brilliant engineers and scientists with a likeminded vision for the future. That vision includes clean electricity. A completely revamped energy infrastructure. Manageable carbon levels.

That vision includes the SH-Box.


Visit nrglab.asia for more information on the SH-Box generator and updates on upcoming auctions being held by NRGLab.

[ nrglab singapore, nrglab, nrglab сингапур, nrglab pte ltd, NRGLab 项目, ana shell, anastasia samoylova nrglab, annie j, energy project, listrik indonesia, listrik murah ]

Wednesday, May 22, 2013

Investasi Cerdas dan Berani untuk Merombak Energi di Dunia Ketiga


Industri energi telah berkembang dengan pesatnya dalam beberapa tahun terakhir ini. Sekalipun pada awalnya hanya beberapa inovator yang merasa perlu untuk berpikir "dari sudut pandang lain" dan mengembangkan sumber energi baru. Dan kita lihat sendiri saat ini, energi ramah lingkungan telah menjadi tumpuan perhatian para pebisnis besar, sehingga mereka berusaha menyudutkan pasar berkembang.

Kebanyakan pengamat keuangan setuju bahwa alternatif hemat biaya bagi infrastruktur energi yang ketinggalan zaman akan menghasilkan kebutuhan energi yang diregionalisasi dan didemokratisasi. Pertanyaannya adalah: perusahaan mana yang akan menjadi pelopor dalam melakukan terobosan besar ini?

NRGLab menciptakan SH-box dalam persiapan untuk transisi yang akan datang ini. Didukung oleh teknologi poli-kristal, SH-box menghasilkan listrik dari panas bumi dengan harga terjangkau, hanya $ 0,03 per kW, dan sama sekali tidak meninggalkan sisa karbon di planet ini!



Saat ini, lebih dari 1,5 miliar orang masih tidak memiliki akses berkesinambungan terhadap listrik. Negara-negara berkembang sedang berjuang untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara maju. Meskipun kenaikan penjualan kendaraan Hibrid dan tekanan kepada para pembuat kebijakan untuk memasukkan undang-undang perubahan iklim yang agresif, pasar ini belum mencapai negara-negara miskin seperti di Afrika sub-Sahara. Bahkan di Asia Timur, hampir 1,1 miliar orang masih bergantung pada bahan bakar padat, seperti batubara atau biomassa untuk memenuhi kebutuhan memasak mereka. 74% dari orang yang tinggal di negara-negara Afrika sub-Sahara tidak memiliki akses listrik, dibandingkan dengan dunia Barat yang hanya 28%. Akses ke bahan bakar fosil juga terbatas. 91% tidak memiliki infrastruktur yang memadai untuk memasok penduduknya dengan gas dan minyak yang cukup untuk angkutan massal.

Investor swasta dan organisasi amal telah membantu negara-negara yang masih berjuang hingga kini, namun peluang bagi individu untuk berinvestasi menyusut dengan cepat. Kurangnya lembaga yang mampu memenuhi kebutuhan modal dasar, ditambah dengan kurangnya minat investasi di pasar yang masih belum jelas, telah membuat penyerapan energi ke dunia ketiga jauh lebih sulit.

Tapi ini tidak menjadi masalah sama sekali. NRGLab telah mampu menghadapi tantangan ini. Orang lupa bahwa bidang yang inovatif, seperti keuangan mikro, yang sekarang diperkirakan bernilai $ 40 miliar, awalnya diperlukan $ 20 miliar subsidi untuk membantu pengembangan pinjaman bertahap yang akhirnya menjadi peluang investasi yang layak, dan membuat investor yang mengerti terlihat seperti peramal. (Tanpa perlu menyebutkan bahwa investasi ini telah menjadikan mereka jutawan). Sama halnya, dalam rangka merombak infrastruktur energi kita dan mengubah listrik menjadi komoditas global yang dapat diakses, hanya sedikit investor yang berani untuk maju dan bergabung dengan NRGLab.

Kunjungi nrglab.asia untuk mempelajari lebih lanjut tentang SH-box  dan bagaimana kami mencoba untuk memberdayakan dunia dengan energi bersih yang handal.

Diterjemahkan dari Bahasa Inggris. Artikel asli diterbitkan pada 24 April 2013 dihttp://annie65j.blogspot.sg/2013/04/smart-bold-investing-to-revolutionize.html

[ listrik indonesia, listrik murah, nrglab pte ltd, nrglab singapore, nrglab, nrglab сингапур, proyek nrglab, research council, ana shell ] 

Thursday, May 16, 2013

NRGLab dan pemanasan global


Pemanasan global masih menjadi isu panas, meskipun data-data sangat mendukung keberadaannya. Para ilmuwan muncul dari berbagai penjuru urun pendapat dan untuk mengambil posisi dalam masalah ini. Entah setuju bahwa gas rumah kaca hasil industri telah menyebabkan kerusakan yang cepat dari ozon dan pemanasan planet kita. Atau, tidak setuju bahwa planet kita, selama jutaan tahun, menjalani serangkaian masa transisi dari zaman es hingga musim panas yang menyengat, dan pemanasan global hanya salah satu dari wajah alam semata.


The Economist, sebuah koran yang berfokus pada isu-isu politik internasional dan berita bisnis, sekali lagi telah menimbulkan perdebatan dengan menerbitkan sebuah artikel baru-baru ini yang mengutip bahwa suhu permukaan bumi selama dua dekade terakhir tetap konstan, sekalipun emisi karbon terus meningkat di luar kendali. Para penganut teori konspirasi maupun yang ragu merayakan artikel tersebut sebagai kemenangan besar dalam perang melawan ilmu.

Ilmuwan seperti Guemas Virginie dari Catalan Institute of Climate Sciences di Barcelona dengan cepat telah menawarkan sanggahan artikel The Economist. Akhir pekan lalu, Guemas menyampaikan pendapat bahwa laut  telah menyembunyikan beberapa aspek pemanasan global, pada kenyataannya kurang lebih sepertiganya malah. 30% pemanasan telah diserap oleh bagian terdalam dan tergelap dari lautan kita. (Analoginya seperti mengenakan pakaian berwarna gelap di hari yang panas). Planet ini masih terasa hangat. Lautan hanya menawarkan ilusi sementara bahwa suhu  bumi tetap konstan. Pada tahun 2020, Guemas percaya suhu permukaan bumi akan menaik, kemudian kekacauan akan benar-benar akan dirasakan. Badai menjadi lebih ganas. Gelombang tsunami akan lebih tinggi. Kekeringan. Kelaparan. Daftar skenario kiamat berlangsung terus dan terus...

Artikel The Economist memusatkan pada "sensitivitas iklim," atau variasi suhu udara dalam kaitannya dengan perubahan radioactive forcing (RF), dan respon dari ekosistem kita atas perubahan ini. Artikel ini menolak keyakinan populer bahwa gas rumah kaca meningkat dua kali lipat sejak Revolusi Industri di abad ke-18 silam. Kebanyakan ilmuwan setuju bahwa tingkat karbon dioksida telah menghancurkan atmosfer; sekalipun besarnya bencana itu dibandingkan dengan periode perubahan iklim alami di planet masih perlu pembuktian lebih lanjut.

Perdebatan merebak. Para politisi, bagaimanapun, tampaknya telah sepakat bahwa memompa CO2 ke udara yang kita hirup adalah hal yang buruk. Tiga tahun lalu, pemerintah di seluruh dunia bersatu mengatasi perubahan iklim dengan serius. Mereka sepakat untuk bekerja menurunkan laju pemanasan global dengan 2 derajat Celsius pada tahun 2015. Namun, andai pun tujuan ini tercapai, kerusakan yang kita lakukan di planet ini mungkin tidak dapat diperbaiki. Seluruh selubung es telah  mencair. Badai super telah menerjang garis pantai kita, membuat para pembayar pajak MILIARAN lega.

2 derajat mungkin tidak cukup. Jadi apa yang akan terjadi? Para ilmuwan terus bekerja mencari jawaban. Sementara itu, para ilmuwan di NRGLab sedang mengembangkan sebuah solusi pragmatis untuk pemanasan global. SH-Box, misalnya, memiliki potensi untuk menjauhkan masyarakat dari penggunaan bahan bakar fosil yang secara drastis mengurangi jumlah karbon dioksida di atmosfer,  dengan demikian juga akan mengurangi laju pemanasan bumi. Dengan memanfaatkan tenaga panas bumi dari kristal, SH-box tidak hanya bersih, tapi juga terbarukan.

Jadi lupakan saja 2 derajat itu! Lupakan semua perdebatan tentang pemanasan global! Faktanya - pasokan minyak jumlahnya terbatas. Ada begitu banyak minyak di bawah kaki kita. Setelah sumur telah habis disadap dan Bumi mengering, di mana kita akan berada? Akankah masyarakat berkurang hingga menjadi seperti sebuah film besar Hollywood - diperintah oleh geng yang selamat setelah kiamat?

Tentu tidak jika NRGLab memiliki sesuatu untuk dikatakan! Untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana kami berencana untuk membenahi infrastruktur energi usang, kunjungilah nrglab.asia.com dan bergabung dengan kami dalam menyelamatkan planet ini.


Diterjemahkan dari Bahasa Inggris. Artikel asli diterbitkan pada 17 April 2013 di http://annie65j.blogspot.sg/2013/04/nrglab-and-global-warming.html

[ listrik murah, listrik indonesia, research council, nrglab сингапур, nrglab singapore, nrglab pte ltd, nrglab, sh-box, ana shell ]

Thursday, May 9, 2013

Solidaritas dan NRGLab


Saya telah berkeliling dunia menjelajahi berbagai budaya eksotis, belajar agama baru dan bertemu dengan berbagai macam orang. Meskipun kita menyebah Tuhan yang berbeda dan berbicara dalam bahasa yang berlainan, saya menemukan bahwa spesies manusia berbagi keinginan universal untuk meninggalkan dunia ini sebagai tempat yang lebih baik daripada yang kita warisi sekarang. Kita mencintai anak cucu kita. Kita senang memikirkan tentang cucu-cucu kita. Kita benar-benar menginginkan mereka sukses, dan untuk mewujudkan keinginan kita tersebut, tentu saja kita ingin memberikan mereka setiap peluang yang ada.  Masa depan secemerlang mungkin.


Sayangnya, sampai sejauh ini kita belum melakukan yang terbaik. Suhu global berada pada puncaknya. Begitu juga dengan emisi karbon. Makin banyak glasial yang mencair. Sepertinya kita tidak mewariskan masa depan yang cerah bagi anak-anak kita, melainkan masa depan yang tidak menyenangkan belaka.
Sudah waktunya kita harus mengesampingkan semua perbedaan yang kita miliki. Lepas dari keberpihakan. Tanpa melihat suku bangsa atau status sosial. Kita harus fokus untuk menggalang solidaritas, atas apa yang membuat kita semua sejajar, dan mulai bekerja untuk tidak menambah kerusakan yang telah kita lakukan pada planet bumi ini. Tak terpikirkan jika kita bisa? Berpikir bahwa umat manusia terlalu diatur dengan cara-cara mereka?

Pikirkan kembali! Perusahaan-perusahaan seperti NRGLab telah mendedikasikan diri untuk mengembangkan solusi energi bersih dan hemat. Dengan membenahi infrastruktur masa kini yang sudah terlalu usang, dan membebaskan orang dari ikatan mahal dari bisnis besar perusahaan-perusahaan energi, kita akan bisa mengurangi emisi karbon. Kita bisa memperlambat pemanasan global hingga menghentikannya.  Kita dapat membenahi kekacauan yang kita buat!

Karena itulah saya bekerja dengan NRGLab untuk membentuk Dewan Riset mereka, sebuah koalisi dari pemikiran-pemikiran yang paling terdepan dalam era kita, mulai dari bidang sains hingga teknis mesin. Saya bersama dengan keseluruhan Dewan Riset, ingin membuat perbedaan dengan membawa masa depan yang lebih cerah, lebih kolaboratif. Dengan demikian, mungkin saja perbedaan kepercayaan kita tidak akan begitu terlihat. Mungkin politik dan perang akan berhenti memecah belah bangsa-bangsa di bumi ini.

Fajar era energi universal bergantung pada kita. SH-box dari NRGLab memanfaatkan kekuatan panas untuk menghasilkan listrik bebas karbon, era pencerahan dan perkembangan teknologi yang tak dikenal sebelumnya akan menyusul. Karena orang mampu melakukan hal-hal besar asal diberikan peralatan yang benar. SH-box akan menjadi alat yang tepat untuk memperbaiki krisis iklim. Dari sini, siapa tahu kita akan berada di mana nantinya, bukan? Segala kemungkinan terbentang sepanjang imaginasi kita.

Jadi setelah perjalanan saya yang panjang dan menemukan betapa luasnya dunia ini sesungguhnya, saya ingin melakukan bagian saya untuk memastikan bahwa anak-anak saya, dan anak-anak mereka, serta anak cucu cicit saya, mempunyai kesempatan yang sama dengan saya, melihat kilauan birunya air laut. Gunung yang ditutupi salju. Dan wajah-wajah dari unik dari berbagai penghuni planet bumi ini.


Diterjemahkan dari Bahasa Inggris. Artikel asli diterbitkan pada 26 Maret 2013 di http://annie65j.blogspot.sg/2013/03/solidarity-nrglab.html

[ proyek nrglab, listrik murah, listrik indonesia, sh-box, research council nrglab, nrglab singapore, nrglab сингапур, nrglab pte ltd, nrglab, ana shell ]

Thursday, April 18, 2013

Tujuan Saya untuk Proyek NRGLab


Saya datang ke Singapura atas undangan dari NRGLab Pte Ltd. Kerja sama saya dengan tim mereka terjalin sebelum saya kedatangan saya dalam waktu yang relatif singkat. Saya berhubungan dengan Ana Shell dan Zeev Drori dari Israel melalui Skype selama dua bulan untuk membicarakan tentang partisipasi saya dalam kegiatan-kegiatan perusahaan. Saya berkomunikasi dengan semua anggota perusahaan berkaitan dengan kemajuan proyek energi mereka. Bagi saya, proyek ini sangat logis; sekarang justru saya semakin berpikir positif. Saya tidak menanyakan tentang gaji maupun jabatan saya dalam perusahaan ini. Kami menyepakati bahwa saya terlibat dalam Dewan Riset sebagai seorang relawan.


Saat ini, di Singapura, saya membantu membentuk Dewan yang terdiri dari para ilmuwan dari berbagai perusahaan di seluruh dunia ini. Kontak saya terus berkembang pesat setiap minggunya karena aplikasi-aplikasi dari berbagai perwakilan perusahaan energi di Indonesia, Malaysia, Polandia, India, dll. Para pengusaha, tokoh politik, dan ‘orang gila’ mengirimi saya pesan. Target saya untuk musim semi ini adalah membentuk kelompok kerja (Pokja) dalam Dewan Riset sehingga pada pertemuan pertama di bulan Oktober nanti, kami akan mampu menentukan Strategi pabrikasi pembangkit listrik baru dan strukturnya. Pengembangan strategi bisnis baru ini sangat penting, mengingat perusahaan memutuskan untuk mengembangkan lini produknya bulan lalu. Perusahaan akan mengembangkan SH-box berkapasitas 5 dan 8 kW/h untuk pangsa pasar pribadi.

Saya menyarankan sebuah strategi sederhana dan nyata pada manajemen perusahaan, yang memungkinkan setiap pebisnis kebanyakan dari setiap negara dapat ikut serta dalam proyek ini. Untuk mencegah pemain global mencuri teknologi ini, lebih banyak hak cipta yang harus dijual kepada tangan-tangan swasta. Kita harus memberikan kesempatan pada setiap orang yang ingin menginvestasikan seribu dolar sekalipun. Toh Anda dapat membeli 20% SH-box berdaya 5 kW/h dengan uang seribu dolar. Lima orang bertetangga dapat bergabung dan membeli generator berdaya 1 kW/h untuk setiap keluarga. Dalam hal ini, setiap keluarga di Asia dapat menghemat hingga 15 sen per kW-dalam setahun. Angka ini berarti lebih dari seribu dolar dalam setahun! Logikanya jelas bagi semua orang – seseorang dengan sebuah SH-box dapat menerima energi senilai $1.500 per tahun dan menghemat $1.300 setiap tahunnya. Pendapat saya pun seharusnya sangat jelas, bahwa kita perlu memberi kesempatan pada setiap orang untuk menggunakan teknologi ini. Dan saya mempunyai argumentasi meyakinkan agar perusahaan membuka pasar energi murah bagi siapa pun, karena ini sangat manusiawi dan  berkeadilan sosial. Bila Anda pun sependapat dengan ide saya, silakan kirim surat-e kepada saya: annie65j@gmail.com.

Diterjemahkan dari Bahasa Inggris. Artikel asli diterbitkan pada 25 Maret 2013 di http://annie65j.blogspot.sg/2013/03/my-goal-for-project-with-nrglab.html

[ listrik murah, proyek nrglab, listrik indonesia, sh-box, research council nrglab, nrglab, nrglab singapore, nrglab сингапур, energy project ]

Wednesday, April 17, 2013

NRGLab and global warming


Global warming remains a hot-button issue, despite data heavily favoring its existence. Scientists seem to surface from every nook and cranny to take a position on the issue. Either yes – post-industrial greenhouse gases have led to the rapid deterioration of our O-zone and warming of our planet. Or, no – our planet has, over millions of years, undergone a series of transitional periods from ice-ages to hot-summers, and global warming’s just another one of nature’s faces.


The Economist, a newspaper focusing on international politics and business news, has stirred the debate once again with the publishing of a recent article citing a flat-lining of Earth’s surface temperature over the last two decades, despite carbon emissions spiraling out of control. Conspiracy theorists and skeptics alike celebrated the article as a major victory in their war against common-sense science. But wait – not so fast.
Scientists like Virginie Guemas of the Catalan Institute of Climate Sciences in Barcelona have been quick to offer evidence refuting The Economist’s article. This past weekend, Guemas blamed the ocean for concealing some aspects of global warming. Roughly a third, in fact. 30% of warming has been absorbed by the deepest, darkest depths of our oceans. (Like wearing dark clothes on a hot day) The planet is still getting warmer. The oceans merely offer the temporary illusion that temperatures have flat-lined. By 2020, Guemas believes the heat will rise, and then the fury will really be felt. More vicious hurricanes. Taller tsunamis. Drought. Famine. The list of apocalyptic scenarios goes on, and on...

The Economist’s article centers on “climate sensitivity,” or variations in air temperature in relation to the change in radioactive forcing (RF), and the responsiveness of our ecosystem to this change. The article rebuffed the popular belief that greenhouse gases have more than doubled since the 18th century Industrial Revolution. Most scientists agree that carbon dioxide levels have devastated the atmosphere; the extent of that devastation, compared to the planet’s periods of natural climate change, has yet to proven though.

The debate rages on. Politicians, however, seem to have come to the consensus that pumping CO2 into the air we breathe is a bad thing. Three years ago, governments around the world united to seriouisly address climate change. They agreed to work towards lowering the rate of global warming by 2 degrees Celsius by the year 2015. Yet, even if this goal is reached, the damage we’ve done to the planet may be irreparable. The ice caps have all but melted. Super-storms have ravaged our Coastlines, coasting tax-payers BILLIONS in relief.

2 degrees might not be enough. So what will be? Scientists are working towards an answer. In the meantime, the scientists at NRGLab are developing a pragmatic solution to global warming. The SH-box, for example, has the potential to wean society off of fossil fuels, drastically reducing the amount of carbon dioxide in the atmosphere and thus the rate of warming. By harnessing the geothermal power of crystals, the SH-box is not only clean, but renewable, too.

So forget 2 degrees! Forget the global warming debate altogether! The fact remains – oil is in a limited supply. There’s only so much of it sitting beneath our feet. Once the wells have been tapped and the Earth sapped dry, where will we be? Will society be reduced to one big Hollywood movie – ruled by gangs of post-apocalyptic survivors?

Not if NRGLab has anything to say about it! To learn more about how we plan on revamping an outdated energy infrastructure, visit nrglab.asia.com and join us in saving the planet. 

[ sh-box, research council, nrglab сингапур, nrglab, listrik murah, environment, research council nrglab, listrik indonesia, energy project ]

Monday, April 1, 2013

SH-box: karena terkadang cuaca mendung, hujan dan tak berangin


Mereka yang menentang energi alternatif, yaitu perusahaan-perusahaan minyak dan perusahaan lain yang kini paling rentan dirugikan secara finansial, dengan cepat menunjuk beberapa kelemahan dari opsi-opsi yang ada saat ini.  Mobil listrik tidak memiliki jangkauan yang cukup jauh. Panel solar tidak berguna saat cuaca buruk. Kincir angin tidak praktis dan merusak pemandangan, serta hanya efektif saat cuaca buruk.   Tentu saja ada pendapat bertentangan tentang sikap apa yang sebaiknya diambil oleh dunia, bahkan di antara para pemerhati lingkungan sekalipun. Tenaga matahari.  Tenaga angin. Tenaga nuklir. Tenaga hidrogen. Daftarnya masih bertambah, terus, dan terus, dan terus...


Namun, setiap poin yang diajukan mereka yang skeptis tersebut benar adanya. Panel solar sangat terbatas karena ketergantungannya pada sel-sel fotovoltaik.  Angin tidak menghasilkan cukup energi untuk memenuhi permintaan energi  yang luar biasa tinggi.  Nuklir berbahaya (Baca: Japanese meltdown). Hidrogen terlalu mahal. Lalu, apakah kita menyerah saja dan tetap bertahan dengan infrastruktur yang masanya pasti akan habis, menunggu sampai minyak bumi kering, langit gelap, air tercemar, dan bumi perlahan mati?

Di NRGLab, jawaban tegasnya adalah, "Tidak sama sekali!" Berbasis di luar Singapura, NRGLab telah mengembangkan teknologi poli-kristalin untuk menghasilkan listrik berbiaya rendah dari panas bumi. Generator mandiri (self-contained) yang disebut SH-Box menghasilkan listrik dengan biaya sekecil $0,03 per kW, dan tanpa emisi karbon sama sekali! Selain itu, SH-box mampu bekerja selama sepuluh tahun lebih. Masa hidupnya akan lebih lama dari ponsel atau mobil Anda,  dari benda-benda yang dibuat dalam dunia serba pakai-buang ini. Tapi tidak demikian  dengan SH-box. Bahkan SH-box tidak perlu dipasang di atap rumah Anda.  SH-box bisa dipasang di mana saja dan dipadukan dengan jaringan listrik apapun yang ada.

Apakah Anda mulai merasa tertarik?  Ingin tahu lebih banyak?  Kunjungi NRGLab di YouTube dengan mencari "NRGLAB". Anda bahkan bisa mendapatkan salinan business plan mereka di sini: http://nrglab.asia/images/NRGLAB_Str...3_SH_Boxes.pdf

NRGLab berupaya menciptakan masa depan terbarukan, dapat diandalkan, dan berkelanjutan bagi miliaran orang di seluruh planet bumi. Yang diperlukan hanyalah pemikiran inovatif. Untungnya, para ilmuwan dan mitra di NRGLab memiliki kedua hal tersebut secara melimpah.


Diterjemahkan dari Bahasa Inggris. Artikel asli diterbitkan pada 4 Maret 2013 di http://officialnrglab.wordpress.com/2013/03/04/the-sh-box-because-sometimes-its-cloudy-rainy-and-windless/

[ listrik indonesia, listrik murah, nrglab, nrglab pte ltd, nrglab singapore, nrglab сингапур, research council, sh-box, energy project, ana shell ]

Wednesday, March 27, 2013

NRGLab & Listrik Murah



Media saat ini mengulas berbagai alasan tentang hilangnya daya laba investasi-investasi sekarang sedangkan investasi lama berkurang nilainya.  Beragam argumen yang diberikan dan kadang kala sulit untuk dimengerti karena krisis ekonomi dunia juga berdampak pada industri-industri terkemuka di bidang mikroelektronik, teknologi komputer dan peralatan radio/telekomunikasi. Orang-orang yang telah berinvestasi dengan penuh keyakinan pada perusahaan-perusahaan yang 'terlalu besar untuk jatuh' ini telah kehilangan uang dalam jumlah yang sangat besar dan masih terus berjuang menutup kerugian hingga kini atas kejadian yang tidak pernah mereka bayangkan akan terjadi. 



Misalnya ibu rumah tangga di Singapura akan mengakatan pada Anda bahwa dari segi teknologi iPhone adalah yang terbaik, jadi tidak ada alasan untuk berinvestasi di industri komunikasi dan layanan komputer  yang kompetitif. Skenario terbaik adalah seorang investor akan melihat keuntungan dari uang yang ditanamkannya.  Kembali modal adalah sebuah kemenangan! Hal yang sama berlaku untuk produk apa pun di pasaran yang telah mencapai puncak pertumbuhannya. Sukses besar dan cepat dari industri-industri tertentu menciptakan kekosongan investasi di pasaran.  Sehingga mencari sebuah proyek investasi jangka panjang 20-30 tahun sangat sulit ditemukan, mengingat begitu besarnya fluktuasi pasar dan gelombang konflik global dapat terjadi dengan sangat cepat.  Jadinya dengan semua "kiamat dan kesuraman" ini, ke mana sebaiknya seseorang menginvestasikan uangnya?

Tentu saja, bukan perkara mudah untuk memilih sebuah jawaban. Tidak ada satu produk pun di pasaran saat ini yang menawarkan pertumbuhan keuntungan yang diharapkan untuk jangka waktu 20-30 tahun. Mungkin ada beberapa produk yang sedang disiapkan, tapi semua itu cenderung tersimpan saja di laboratorium.  Para ilmuwan berhati-hati terhadap ulah pesaing mereka untuk mencuri riset yang mereka lakukan.  Inovasi tidak hanya rentan, tapi juga berharga; bayangkan jika Anda mulai terlebih dahulu dan berada di pasaran breaking invention berikutnya. iPhone generasi berikutnya. Jenis yang ditanamkan di otak Anda atau semacam itu. Siapa yang tak tergiur untuk ikut serta? Para ilmuwan juga waspada terhadap kehilangan kendali atas produk dan hak paten mereka.  Ketika pebisnis besar sudah ikut campur, penemu pada tingkat bawah pun cenderung diinjak dan diabaikan.  Sangat mudah untuk tersesat di perusahaan yang mempunyai ribuan karyawan. 

Ada banyak negara-negara moderen yang ditopang oleh industri-industri raksasa dan perusahaan-perusahaan keuangan. Negara-negara ini muncul menjadi yang terdepan dalam mengembangkan terobosan teknologi baru. Namun, ketika harus bersaing untuk mendapatkan pendanaan dari 50 perusahaan papan atas dunia, orang-orang dari negara-negara ini akan dengan mudahnya menyerahkan kendali riset mereka begitu saja, terkadang hanya karena kurang atau tidak paham sama sekali dengan kegiatan bisnis atau bagaimana perekenomian bekerja. Alih-alih menunggu saat yang tepat, mereka mengambil saja apa yang bisa didapatkan sekarang dan meraup keuntungan dari sesuatu yang besar berikutnya.

Tak dapat diragukan lagi jika industri baru hanya dapat diciptakan dengan orang-orang baru yang mempunyai pengetahuan luas, tapi "korporasi" biasanya mencurigai dan merusak sesuatu yang baru.  Orang-orang "lama" menginginkan pertumbuhan stabil dari investasi mereka, sementara orang-orang "baru" dapat mendevaluasi saham saat ini.  Dalam merebut investasi ini, kemajuan sejati dapat terhambat selama bertahun-tahun. 

Biar bagaimana pun, orang-orang "baru" akan menunjukkan mengapa memiliki mereka merupakan ide yang baik. Sebagai contoh, bensin dan listrik akan 3-5 kali lebih murah. Dengan harga energi yang begitu murah, orang-orang "lama" dalam pasaran energi utama akan berisiko kehilangan investasi  mereka.  Keputusan paling aman bagi mereka adalah bermitra dengan orang-orang "baru" supaya mereka dapat melihat  pengembalian kerugian yang tak dapat mereka hindari. Berinvestasi dalam listrik seharga $ 0,03 per kilowatt/jam saat ini mungkin terlihat seperti sebuah khayalan belaka, tapi proyek seperti ini akan segera muncul di pasaran dan akan terbukti sebagai investasi yang aman dalam jangka waktu 20-30 tahun  mendatang. 

Sebagai kelanjutan dari inisiatif energi hemat biaya, wilayah layanan dan zona bebas pajak emisi dapat dibangun di masa depan. Coba bayangkan, sebuah kapal yang mempunyai generator berkekuatan 800 MW berlayar menjual energi murah seharga 3 sen/kilowatt. Armada kapal di wilayah itu tidak akan lagi membeli bahan bakar hidrokarbon yang mahal dan para pekerja pun dapat hidup di atas kapal karena lebih murah. Secara teori, mimpi ini bisa menjadi kenyataan lebih cepat dari yang Anda perkirakan. Cara baru untuk menghasilkan energi akan segera menggantikan cara lama - DI SETIAP INDUSTRI!  

Mari kita bicarakan metodenya. Ini merupakan proyek yang sedang kita diskusikan, yaitu teknologi kristal dari NRGLab  NRG memberitahukan pemerintah Singapura tentang terobosan inovatif mereka akhir-akhir ini dan secara berulang, namun sayangnya belum ada satu pun pejabat pemerintah yang tertarik dengan proyek ini.  

NRG terus berdialog dengan berbagai pihak dan perusahaan di Singapura yang MELIHAT potensi teknologi ini. Mereka memahami bahwa mengganti teknologi lama berarti harus juga mengubah kebiasaan lama dan hal ini selain melibatkan perencanaan strategis juga memakan waktu.  Dalam waktu dekat, banjir investasi di sektor energi akan menjadi dasar pertumbuhan ekonomi bagi perekonomian Singapura.  

Catatan bagi pembaca: Perusahaan-perusahaan di Singapura mendapat keuntungan dengan beralih ke teknologi baru sejak mereka menghindari beban akumulasi modal berlebih dalam teknologi lama.  Saat menciptakan teknologi baru, perusahaan-perusahaan Singapura dapat memanfaatkan pengalaman mereka di pasar untuk mengoptimalkan jaringan baru.  

NRGLab berkembang dengan pesat dan giat mencari investor. Dengan infrastruktur baru untuk menerapkan jenis energi baru, NRG akan membuka jalan baru bagi terobosan berikutnya di Singapura dan di seluruh Asia Tenggara. 

Para pebisnis di Singapura memahami bahwa merosotnya harga-harga sumber daya energi dan bahan mentah akan mengarah pada pertumbuhan laba yang cepat dalam rantai teknologi lama. Hal ini akan menandai perombakan konsep energi secara besar-besaran dan sarana material hemat serta merupakan awal dari sesuatu yang lebih besar. Pada saat bersamaan akan ada pelepasan modal dari rantai teknologi lama ketika batas pertumbuhannya sudah tercapai. Ketika aliran modal terus masuk untuk membuat jenis energi hemat biaya dan berbeda jauh dari cara berpikir "lama" , neraca investasi NRGLab terus berkembang dan semakin berkembang. 

NRGLab akan memainkan peranan penting karena dunia berlomba untuk mengembangkan teknologi pembangkit listrik baru. NRG berencana untuk menerapkan hubungan yang kompleks antara keuangan dan industri pemodalan. Para agen keuangan akan bertanggung jawab untuk membuat keputusan moneter begitu proyek terlaksana. Saat dihadapkan dengan pendapatan laba lambat, para pemodal bijak dapat berkonsultasi dengan para agen keuangan mengenai tempat investasi baru mereka. Saat ini NRG bekerja untuk meningkatkan hasil produksi kristal, juga membuat ulang teknologi di negara lain guna mempercepat dimulainya era baru globalisasi energi.

Saya mempunyai segudang alasan untuk mempercayai bahwa dalam proses pergantian teknologi pembangkit listrik lama akan menghasilkan surplus modal cukup besar yang akan bisa diinvestasikan di tempat lain.  Pada saat yang bersamaan, sekuritas NRGLab akan dicari oleh banyak investor.  Terlepas dari kenyataan bahwa krisis keuangan telah memperburuk iklim investasi, hal ini membuat orang memilih untuk berinvestasi pada aset yang nyata seperti emas, perumahan dan minyak.  Selanjutnya, karena pertumbuhan teknologi baru dan energi yang lebih murah, pemulihan depresi ekonomi pun ikut berjalan.  Dan orang-orang pun masih mempunyai aset nyata mereka. 

Sebuah era teknologi baru akan segera menggantikan teknologi lama yang telah mencapai potensi pertumbuhannya. Saatnya kita berpindah. Masa transisi ini menciptakan tekanan keuangan dan struktural dalam perekonomian penting yang disertai dengan naik turunnya harga produk-produk energi dan bahan mentah lainnya. Menyelamatkan sistem perbankan atau menyadarkan pasar keuangan saja tidak cukup untuk merangkak keluar dari lubang krisis. Hanya jika tindakan-tindakan tersebut ada hubungannya dengan program-program yang ditujukan untuk merangsang perkembangan teknologi baru, maka kita akan melihat pertumbuhan ekonomi sekali lagi.  Gelombang ini akan membanjiri lubang-lubang keuangan kita dan membawa kita keluar dari keterpurukan ini.  Dan mungkin, hanya mungkin, kita akan kembali kepada stabilitas global.

Diterjemahkan dari Bahasa Inggris. Artikel asli diterbitkan pada 8 Februari 2013 di http://nrglabjohnwish.wordpress.com/2013/02/08/the-financial-hole-and-how-we-can-get-out/

[nrglab, nrglab pte ltd, nrglab singapore, nrglab сингапур, ana shell, anastasia samoylova, anastasia samoylova nrglab, sh-box, environment, pollution, energy project, research council, research council nrglab, nrglabs, listrik murah, listrik indonesia]